Bekraf Gelar ''Bandung Developer Day'', Bahas Berbagai Aplikasi dengan 1.087 Pengembang

Kami lakukan ini karena kami butuh sebuah aplikasi. Sebab, kenyataannya saat ini di beberapa perusahaan pembuat aplikasi

Bekraf Gelar ''Bandung Developer Day'', Bahas Berbagai Aplikasi dengan 1.087 Pengembang
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, di Hotel Trans Luxury, Minggu (26/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bekraf Developer Day 2017 selama dua hari, mulai Minggu (26/11/2017) hingga Senin (27/11/2017) di Hotel Trans Luxury.

Kegiatan ini mengusung tema membangun kemandirian bangsa melalui teknologi digital.

Sejumlah pakar dan praktisi ekonomi digital untuk berbagi tips ke para peserta kegiatan ini.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, menyebut kegiatan ini diikuti sebanyak 1.087 developer dari Jawa Barat, semisal Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi. Ada pula developer dari Jakarta.

Dalam rangkaian ini, kata Hari, Bekraf membahas berbagai aplikasi bersama Samsung, android, virtuality, asosiasi game Indonesia, dicoding elite, hingga perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

"Kami lakukan ini karena kami butuh sebuah aplikasi. Sebab, kenyataannya saat ini di beberapa perusahaan pembuat aplikasi hingga ke luar negeri dan inilah cara kami untuk kembangkan ekonomi kreatif dengan mengajak beberapa pelaku usaha untuk bergabung," katanya di Trans Luxury Hotel, Minggu (26/11/2017).

Hari juga mengatakan Bandung Developer Day (BDD) ini pun diharapkan dapat menjadi panduan yang jelas kepada anak muda Bandung agar bisa berjuang secara optimal dalam merintis usaha digitalnya, terutama sektor aplikasi dan games.

"Pada dasarnya setiap pelaku usaha digital itu yang diperlukan adalah keahlian atau skill khusus serta bisa berkolaborasi dan sharing. Inilah media sharing yang tepat bagi mereka, untuk merintis usaha digitalnya. Intinya, pelaku usaha digital dituntut bukan sekedar bisa programing melainkan bisa pula membuat produk," katanya.

Dari pantauan Tribun, sejumlah startup menampilkan hasil produk aplikasi-aplikasinya berupa game maupun virtuality.

Sebelumnya, BDD ini telah diselenggarakan di beberapa daerah, yakni Manado (25/2/2017), Bogor (18/3/2017), Solo (9/4/2017), Bali (6/5/2017), Palembang (9/7/2017), Surabaya (3/9/2017), dan Balikpapan (11/11/2017).

"Kami pun dari tiap daerah itu kini telah menjaring sekitar 6.000 peserta," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved