Suluh

Belajar dari Kesuksesan Raeni

BERKAT prestasi akademiknya yang cemerlang itu, SBY memberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang strata-2 (S-2) di luar negeri.

Belajar dari Kesuksesan Raeni
ISTIMEWA
Irma Suryani, peminat masalah pendidikan

NAMANYA Raeni, anak seorang penarik becak asal Kendal, Jawa Tengah. Ia menjadi sorotan media dan publik belakangan ini. Pasalnya, dara kelahiran Kendal, 13 Januari 1993 ini, telah menorehkan prestasi akademik luar biasa.

Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Raeni, yang merupakan penerima beasiswa pendidikan mahasiswa miskin (bidikmisi), berhasil menyelesaikan studinya di Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96, hanya selisih 0,04 dari IPK sempurna 4.

Berkat prestasi akademiknya yang cemerlang itu, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bukan hanya menemuinya secara langsung, tetapi juga langsung memberikan beasiswa kepada Raeni untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang strata-2 (S-2) di luar negeri.

Sudah barang tentu, banyak pelajaran yang dapat kita petik dari kecemerlangan dan kesuksesan yang telah diraih oleh seorang Raeni ini. Salah satunya adalah semangat untuk mau belajar dan maju meski dalam kondisi keterbatasan. Seperti disebutkan di muka, ayah Raeni hanyalah seorang penarik becak dengan penghasilan yang tidak besar.

Kendatipun demikian, ini tidak lantas menyurutkan semangat sang ayah untuk mendorong putrinya agar terus menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Di sisi lain, Raeni sendiri tidak lantas minder dan patah semangat hanya gara-gara orangtuanya cuma seorang penarik becak. Semangatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu tetap tinggi.

Semangat tinggi yang dimiliki Raeni itu pastinya dibarengi pula dengan disiplin dan kerja keras. Dengan keterbatasan finansial yang dimilikinya, tentu saja, Raeni harus lebih disiplin dan lebih bekerja keras dalam menyelesaikan studinya. Hasilnya, Raeni berhasil merampungkan kuliahnya hanya dalam tempo tiga tahun, enam bulan, sepuluh hari.

Di negeri ini, dari Sabang hingga Merauke, masih banyak generasi muda kita yang menghadapi keterbatasan finansial seperti Raeni namun sesungguhnya mereka memiliki potensi akademik yang cemerlang pula. Nah, jangan sampai potensi akademik mereka yang cemerlang itu menjadi sia-sia. Untuk itu, mereka harus didorong untuk tetap memiliki semangat belajar dan semangat untuk maju, tidak minder, senantiasa disiplin dan bekerja keras. Sekolah dan keluarga menjadi institusi penting dalam menumbuhkan semangat untuk belajar dan semangat untuk maju, di samping menumbuhkan disiplin dan kerja keras.

Pepatah kuno mengatakan bahwa kalau kita memiliki kemauan, di situ pasti selalu ada jalan. Keterbatasan finansial untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin bukanlah hambatan yang tidak bisa diatasi, sepanjang kita punya kemauan kuat untuk mau belajar dan mau maju, sebagaimana telah ditunjukkan Raeni.

Bagi pemerintah sendiri, keberhasilan Raeni dalam menggapai prestasi akademik yang membanggakan itu kiranya  dapat menjadi pendorong lebih kuat lagi untuk terus berkomitmen dengan program-program  bantuan pendidikan bagi kalangan kurang mampu.

Program-program bantuan ini terbukti sangat bermanfaat dalam menyokong keluarga- keluarga yang kurang mampu yang memiliki anak dengan potensi akademik yang menonjol. Seperti disebutkan di muka, masih banyak generasi muda kita yang sesungguhnya memiliki potensi akademik yang cemerlang namun menghadapi kendala finansial untuk menuntut ilmu dan pengetahuan ke jenjang yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, ke depan alokasi dana bantuan untuk anak-anak berprestasi dari kalangan keluarga yang kurang mampu harus semakin ditambah serta diperluas, dan aksesnya semakin dipermudah.

Dengan demikian, diharapkan bakal kian banyak generasi muda kita yang mampu menorehkan prestasi akademik yang gemilang. Semakin banyak generasi muda negeri ini yang berprestasi di berbagai di bidang ilmu pengetahuan, maka akan semakin banyak dan semakin besar pula kontribusi yang bakal mereka berikan untuk kemajuan bangsa dan negeri ini. ***

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved