Kamis, 11 Juni 2026

Harga BBM Naik, Biaya Distribusi Melejit

mengemukakan, kenaikan harga BBM berpengaruh pada biaya pendistribusian. Dia menilai, kenaikan solar bersubsidi sebesar

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sejauh ini pemerintah memang belum memutuskan dan memberlakukan kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Perkiraannya, jika harga jual BBM bersubsidi positif naik, sangat mungkin terjadi inflasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Ferry Sofwan Arief, mengemukakan, kenaikan harga BBM berpengaruh pada biaya pendistribusian. Dia menilai, kenaikan solar bersubsidi sebesar Rp 1.000 per liter, dapat membuat biaya transportasi dan pendistribusian meningkat 17-20 persen. "Tapi jangan sampai ketika transportasi naik 17-20 persen, harga jual barang pun naik 20 persen.Terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri. Itu dapat memberatkan," kata Ferry di Pasar Kosambi, Jalan A Yani Bandung, Kamis (23/5).

Menurutnya, beredarnya isu kenaikan BBM memicu naiknya harga jual komoditas sekitar 2,5-3 persen. Antara lain cabai, dan bawang. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Ferry menyarankan para pedagang supaya mempertimbangkan dan mengalkulasikan berapa kenaikannya secara cermat.

"Itu supaya tidak memengaruhi daya beli masyarakat. Jika naiknya tinggi, tentunya pembeli pun sepi. Kami harap, kalau pun ada kenaikan tidak melebihi 10 persen," sambungnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved