Kamis, 11 Juni 2026

AEC 2015, Agrobisnis Harus Jadi Andalan

Pada 2015, Indonesia terlibat dalam ASEAN Economic Community (AEC). Saat ajang itu bergulir, persaingan dunia ekonomi, termasuk sektor pertanian

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Pada 2015, Indonesia terlibat dalam ASEAN Economic Community (AEC). Saat ajang itu bergulir, persaingan dunia ekonomi, termasuk sektor pertanian, semakin ketat. Berbicara tentang AEC 2015, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan, menegaskan, sebenarnya sejumlah produk pertanian nasional punya peluang untuk menembus pasar ASEAN. Dasarnya, negeri ini masih merupakan produsen pertanian terbesar di Asia Tenggara.

Adalah sektor agribisnis, kata Rusman, yang menjadi andalan untuk menembus pasar ASEAN. Untuk itu, pemerintah perlu memperkuat pascapanen produk pertanian.

"Harapannya, dapat mengoptimalkan produk pertanian," ucapnya seusai Workshop Pertanian Menjelang Asean Economic Community (AEC) 2015 di Grand Aquila, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Kamis (18/4).

Dia berpendapat, AEC lebih terfokus pada sektor hulu. Karenanya, negara ini harus dapat menghasilkan produk pertanian dan agrobisnis yang sesuai standar internasional agar dapat menembus pasar yang lebih luas lagi.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved