Amazon Girls’ Tech Day Libatkan Lebih dari 400 Siswi SD-SMA, Kenalkan AI, Gaming, dan Coding
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menyelenggarakan Amazon Girls’ Tech Day
Pendekatan berbasis proyek ini mendorong para siswi untuk memahami konsep teknologi, sekaligus mengembangkan cara berpikir yang lebih luas dan menyelesaikan masalah dengan kreativitas dan kerja sama kolaboratif.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menekankan pentingnya intervensi sejak usia sekolah dasar untuk menjawab kesenjangan gender di sektor teknologi.
“Melalui kolaborasi dengan AWS di Amazon Girls’ Tech Day 2026, kami ingin menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. Selama ini, bidang AI, gaming, dan teknologi canggih kerap dipersepsikan sebagai ranah laki-laki. Karena itu, kami ingin mematahkan stereotip tersebut dengan memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat, kepercayaan diri, dan aspirasi jangka panjang anak perempuan untuk berkarier di dunia teknologi,” ujarnya.
Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, mengatakan, saat ini kurang dari 5 % perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama mereka.
"Tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna, dan menjadi tanggung jawab kita untuk terus meningkatkan standar di industri ini.” kata Cecilia.
Sementara itu, Riris Marpaung, CEO dan Founder GameChanger Studio sekaligus Co-Founder Indonesia Women in Game, menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya Amazon dan Prestasi Junior Indonesia dalam mengenalkan profesi ini kepada pelajar SMA.
"Karya game buatan talenta Indonesia semakin diakui di pasar global dan bahkan meraih penghargaan internasional. Dunia gaming kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan pribadi seperti komunikasi, empati, dan kepemimpinan. Diharapkan para pelajar dapat melihat sektor gaming dan teknologi sebagai ruang untuk belajar dan berkarya serta merasa percaya diri menjadikannya pilihan karier yang menjanjikan di masa depan.” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Abdullah Mukhlis, Kepala Sekolah PKBM Baitul Hasanah Cikarang, turut mengapresiasi penyelenggaraan program ini.
Girls’ Tech Day memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna dan kaya bagi anak-anak kami, terutama dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan bekerja dalam tim.
"Meskipun sebagian besar siswi kami memiliki keterbatasan akses teknologi, mereka menunjukkan semangat dan antusiasme belajar yang luar biasa sepanjang program berlangsung. Kami bangga melihat mereka membuktikan keterbatasan bukanlah hambatan untuk berprestasi dan berkembang. Program ini tidak hanya membuka wawasan baru, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan.” ujarnya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara industri dan dunia pendidikan, AWS dan Prestasi Junior Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan jalur inklusif agar semakin banyak anak perempuan berani bermimpi, belajar, dan berkarya di bidang teknologi.
Secara global, Amazon menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda hingga tahun 2030.
| Spek Monster Harga Kompetitif: ASUS Rilis ROG Strix G16 dengan RTX 5080, Cek Harganya di Indonesia |
|
|---|
| Mengenal Permen Komdigi No 9 Tahun 2026: Aturan Baru Pembatasan Medsos bagi Remaja |
|
|---|
| Telkom Tingkatkan Kapabilitas Developer Lewat AI Connect Offline Series di Makassar |
|
|---|
| Handheld Gaming Terbaru Lenovo Legion Go 2, Hadir Bagi Gamers Aktif yang Mobile |
|
|---|
| Penyebab Aplikasi Canva Down hingga Muncul Tulisan "Kesalahan Server" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Amazon-Girls-Tech-Day-Libatkan-Lebih-dari-400-Siswi-SD-SMA-Kenalkan-AI-Gaming-dan-Coding.jpg)