Sabtu, 23 Mei 2026

Amazon Girls’ Tech Day Libatkan Lebih dari 400 Siswi SD-SMA, Kenalkan AI, Gaming, dan Coding

Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menyelenggarakan Amazon Girls’ Tech Day

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Amazon
TALENTA DIGITAL - Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid pada acara Amazon Girls’ Tech Day. Meutya Hafid, mengapresiasi kolaborasi antara Amazon dan PJI dalam menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. 

Ringkasan Berita:
  •  Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menyelenggarakan Amazon Girls’ Tech Day
  • Saat ini kurang dari 5 persen perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama mereka.
  • Amazon menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda hingga tahun 2030

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menyelenggarakan Amazon Girls’ Tech Day. Memasuki tahun keempat, inisiatif pembelajaran global ini bertujuan menginspirasi dan mempersiapkan anak perempuan serta perempuan muda untuk menapaki masa depan di dunia teknologi. 

Lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang diselenggarakan pada tanggal 7 Februari.  

Untuk pertama kalinya di Indonesia, program ini diperluas dengan melibatkan siswi dari jenjang SD hingga SMA.

Perluasan ini menjadi langkah strategis Amazon dalam menumbuhkan minat dan kesiapan talenta perempuan sejak usia dini, seiring semakin pesatnya transformasi digital berbasis AI.

Program ini meliputi sesi inspiratif dari para women tech leader terkemuka seperti Riris Marpaung (CEO & Founder GameChanger Studio, Co-Founder Indonesia Women in Game), dan Cecilia Astrid Maharani (VP Data & AI di Mekari).

Kegiatan ini juga menghadirkan lokakarya dalam AI, gaming, robotika, dan coding untuk membangun minat terhadap berbagai keterampilan yang penting bagi para perempuan di masa depan.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi kolaborasi antara Amazon dan PJI dalam menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini.

“Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030. Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda, seperti mereka yang hadir di Girls’ Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita. Kami ingin terus mendorong generasi muda dan yakin bahwa semakin banyak anak muda akan memahami manfaat teknologi. Teknologi merupakan sumber pemberdayaan yang kuat, bukan hanya bagi perempuan muda, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas mereka, serta pada akhirnya bagi bangsa. Kami akan memperluas makna 3T menjadi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga untuk mendukung mereka dan seluruh masyarakat Indonesia.” Katanya.

Kehadiran program ini semakin relevan di tengah pesatnya transformasi dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan.

Berdasarkan laporan terbaru AWS dan Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia (28 % ) telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47 % pada tahun 2025.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, 57 % bisnis di Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital, yang menunjukkan pentingnya persiapan talenta sejak usia sekolah.

Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, mengungkapkan, Amazon senantiasa berkomitmen untuk membantu membimbing dan melatih talenta generasi masa depan.

 Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan pihaknya mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD.

"Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasa percaya diri dalam hal teknologi, sembari membangun rasa percaya diri sejak dini. Melalui Amazon Girls’ Tech Day, kami ingin memastikan bahwa anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, menciptakan, dan memimpin di era AI.” kata Winu.

Para peserta telah mengikuti rangkaian workshop yang sesuai dengan usia, mulai dari perkenalan AI dan coding dasar hingga pengembangan game dan robotik untuk pemula.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved