Rabu, 29 April 2026

Anak Tidak Sekolah di Jabar

10 Ribu Anak di Sumedang Tidak Sekolah, Dinas Pendidikan Genjot Program Akselerasi

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berhasil menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dari 14 ribu menjadi 10 ribu jiwa melalui kolaborasi.

Canva
ILUSTRASI SISWA SD - Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mencatat sekitar 10 ribu anak masih berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS). 

Di sisi lain, sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia mencatat jumlah yang jauh lebih kecil. Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan angka terendah, hanya 208 anak. Papua Barat Daya menyusul dengan 264 anak, sementara Papua Selatan mencatat 755 anak.

"Sedangkan yang terendah itu ada di Papua Pegunungan, itu tercatat hanya 208, kemudian Papua Barat Daya 264, Papua Selatan 755," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah melalui Kemendikdasmen merancang langkah strategis berupa penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Program ini ditujukan untuk menjangkau anak-anak yang belum terakses pendidikan formal, dengan memanfaatkan sekolah induk sebagai pusat layanan.

Sebanyak 20 sekolah induk telah disiapkan berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah. Sekolah-sekolah ini nantinya akan menjadi pusat koordinasi, sekaligus didukung oleh sejumlah sekolah mitra yang membantu pelaksanaan PJJ di berbagai wilayah.

"Maka di tahun 2026 sampai dengan 2027 ini adalah fase pengembangan skala penuh dimana kami mentargetkan untuk pengembangan 34 plus sekolah Indo itu kenapa saya sebut 34 plus," ucapnya.

Dalam implementasinya, PJJ akan dijalankan melalui dua pendekatan, yakni sinkronus dan asinkronus. Sistem ini memungkinkan pembelajaran berlangsung secara langsung maupun mandiri sesuai kebutuhan siswa.

"Karena 34 ini adalah sekolah induk di dalam negeri plus satu yang SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri)," lanjut dia.

Saryadi juga menjelaskan, nantinya pelaksanaan PJJ akan dilakukan dengan sistem sinkronus dan asinkronus.

Sebagian besar proses belajar, sekitar 70 persen, akan mengandalkan modul atau bahan ajar mandiri. Sementara sisanya diisi dengan sesi tutorial untuk membantu siswa memahami materi yang dianggap sulit.

Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan sistem ini. Pembelajaran dirancang agar tidak mengganggu aktivitas anak, termasuk bagi mereka yang harus membantu orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi anak yang ingin mengikuti program ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi yang tengah disiapkan atau langsung ke sekolah induk terdekat. Selain itu, pihak sekolah juga akan melakukan pendekatan aktif dengan mendatangi rumah anak-anak yang belum bersekolah guna memastikan mereka tidak tertinggal akses pendidikan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved