Jalur Lingkar Timur Jatigede Sumedang Kembali Terbuka, Longsor Sisakan Sistem Buka Tutup Arus
Longsor akibat hujan deras menutup akses di Lingkar Timur Jatigede dan Lebak Huni Sumedang pada Kamis petang.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Longsor akibat hujan deras menutup akses di Lingkar Timur Jatigede dan Lebak Huni Sumedang pada Kamis petang.
- Jalur Lingkar Timur kini sudah bisa dilalui, meski masih diberlakukan sistem buka tutup karena baru satu lajur yang terbuka.
- Tidak ada korban jiwa, sementara penanganan masih berlangsung di lokasi terdampak.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Arus kendaraan kini kembali bergerak di jalur Lingkar Timur yang berada di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.
Sebelumnya, jalur tersebut sempat tidak bisa dilewati karena tertutup longsoran tanah yang menyebar di seluruh badan jalan.
Material longsor yang menutup akses itu perlahan mulai disingkirkan oleh petugas gabungan dengan menggunakan peralatan sederhana.
Peristiwa longsor sendiri terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan bahwa setelah sempat lumpuh cukup lama akibat longsor, jalur Lingkar Timur kini sudah bisa kembali digunakan oleh kendaraan.
Namun demikian, arus lalu lintas belum sepenuhnya normal. Petugas masih memberlakukan sistem buka tutup karena baru satu lajur yang dapat difungsikan.
"Lingkar Timur sudah bisa dilalalui kendaraan. Diberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas," kata Bambang kepada Tribun Jabar.id.
Ia menambahkan, proses penanganan longsor di kawasan Lingkar Timur Jatigede menghadapi hambatan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Jatigede membuat pekerjaan pembersihan berjalan lebih lambat.
"Pembersihan material longsor terkendala guyuran hujan dan di lokasi kejadian kondisinya gelap, sehingga penanganan dilanjutkan esok hari dengan menggunakan alat berat, " katanya.
Selain di Jatigede, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah lain. Akses di Lebak Huni, Desa Margalaksana, Sumedang turut terputus karena tertimbun material longsor.
Bambang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Tidak ada korban jiwa," katanya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang turun pada Kamis (2/4/2026) petang itu memicu terjadinya dua peristiwa longsor di wilayah Kabupaten Sumedang, sebagaimana dicatat oleh BPBD setempat.
Akibat kejadian tersebut, dua jalur di wilayah berbeda sempat tidak dapat dilalui kendaraan lantaran tertutup material longsoran tanah dan pohon tumbang.
| PK Masih Berjalan, Mengapa Uang Tol Cisumdawu Rp190 M Cair? Ahli Waris Duga Ada Intervensi Mafia |
|
|---|
| Diduga Dipicu Korsleting Rice Cooker, Rumah Milik Warga di Cimalaka Sumedang Hangus Terbakar |
|
|---|
| Ono Surono Desak Rehabilitasi TPT Cadas Pangeran Sumedang: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas |
|
|---|
| Ono Surono Takziah ke Rumah Korban Longsor di Sumedang, Minta Zona Rawan Bencana Jadi Perhatian |
|
|---|
| Dampak Hujan Deras dan TPT Ambrol, Ruko Dua Lantai di Sumedang Miring dan Nyaris Ambruk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tebing-di-Lingkar-Timur-Jatigede-dan-Margalaksana-Sume.jpg)