Kamis, 16 April 2026

Dony Ahmad Munir Gabung Gerindra

Dony Ahmad Munir Ungkap 4 Alasan Pindah ke Gerindra: Sosok Prabowo dan Ikhtiar untuk Sumedang

Dony Ahmad Munir membeberkan empat alasan utama di balik keputusannya bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya.

|

Ringkasan Berita:
  • Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membeberkan 4 alasan gabung Gerindra (13/2/2026): kekaguman pada kepemimpinan visioner Prabowo Subianto, kesamaan visi ekonomi kerakyatan, hasil diskusi panjang dengan tokoh nasional, serta upaya memperluas ruang ikhtiar pembangunan Sumedang. 
  • Langkah ini diambil demi menyelaraskan program strategis nasional seperti Asta Cita dengan kebutuhan masyarakat lokal.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, membeberkan empat alasan utama di balik keputusannya bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Alasan itu ia sampaikan langsung di hadapan ribuan warga yang memadati Alun-alun Sumedang, Jumat (13/2/2026) malam.

Dalam suasana khidmat yang juga dihadiri Sekjen Gerindra Sugiono, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri PKP Maruarar Sirait, Dony menegaskan bahwa langkah politiknya telah melalui pertimbangan panjang dan penuh tanggung jawab.

“Ibu-bapak, malam ini saya telah mengambil langkah yang telah dipertimbangkan matang dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,” ujarnya dari atas panggung.

Berikut empat alasan yang disampaikan Dony kepada publik:

1. Sosok Prabowo yang Visioner dan Tegas

Alasan pertama adalah faktor kepemimpinan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Dony menilai Prabowo sebagai sosok visioner, berpikiran jauh ke depan, progresif, dan memiliki komitmen kuat membangun Indonesia.

“Saya melihat sosok Pak Prabowo sebagai pemimpin yang pekerja keras, penuh ketegasan, dan memiliki kesungguhan hati dalam membangun negara yang kita cintai,” katanya.

2. Komitmen Gerindra pada Nasionalisme dan Ekonomi Kerakyatan

Kedua, Dony melihat Gerindra sebagai partai dengan komitmen kuat terhadap nasionalisme, kemandirian bangsa, ketahanan nasional, dan ekonomi kerakyatan.

Ia menyinggung berbagai program strategis yang menurutnya konkret dan menyentuh rakyat, mulai dari pembangunan dari desa, perluasan kesempatan kerja, makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, hingga program tiga juta rumah untuk rakyat.

“Saya melihat Asta Cita dan program strategisnya menjadi arah konkret membangun Indonesia dari bawah,” ujarnya.

3. Diskusi Panjang dengan Tokoh Nasional

Ketiga, keputusan tersebut juga lahir dari proses diskusi panjang dengan sejumlah tokoh, termasuk Maruarar Sirait dan Dedi Mulyadi.

“Lebih dari setahun saya mempertimbangkan keputusan ini. Diskusi-diskusi itu menginspirasi saya,” ungkap Dony.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved