Minggu, 12 April 2026

Puluhan Anggota Satpol PP Pukul Mundur Perusuh di IPDN Jatinangor Sumedang, Ada Apa? 

Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menahan para pendemo di lapangan parade Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
TAHAN PERUSUH - Simulasi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menahan para perusuh di Lapangan Parade Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/9/2025).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menahan para pendemo di lapangan parade Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/9/2025). 

Berpakaian lengkap, berhelm dan tameng, para anggota Satpol PP ini menahan dorongan fisik yang dilakukan massa perusuh. Namun, massa perusuh itu merupakan praja IPDN

Ini bukan kejadian sungguhan. Satpol PP sedang melakukan simulasi penanganan kerusuhan dengan prosedur penanganan yang tepat. Simulasi itu bagian dari Rapat Penguatan Kapasitas Satpol PP.

Sebagai lembaga di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri, anggota Satpol PP unjuk kebolehan dalam menangani massa.

Baca juga: Bangganya IPDN, Jadi Kampus Kedinasan Satu-satunya yang Diundang Presiden Prabowo ke Batujajar

Semula, agenda ini akan dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tapi, Tito tak jadi datang. 

Anggota Satpol PP berkumpul di Balairung Rudini, dan Tito Karnavian memberikan paparan arahan secara virtual. 

Agenda ini dihadiri Direktur Satpol PP, Bernhard Eduard Rondonuwu. Hadir pula Direktur Jenderal Bina Adminstarasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA.

Baca juga: Bupati Dony Sebut Keberadaan Kampus IPDN di Sumedang Jadi Magnet dan Inspirasi

Selain menampilkan kebolehan menghadapi massa perusuh, Satpol PP juga menampilkan kode-kode melalui pemukulan kentungan. Bunyi yang panjang dan bertalu-talu beda artinya dengan pukulan pendek. 

Memukul kentungan panjang tanda bencana akan datang; dua pukulan bertalu tanda pencuri datang; satu pukulan panjang warga dipanggil berkumpul; pukulan cepat untuk memberi tahu bahwa api membara. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved