Mutiara Ramadan
Mengimani Bulan Suci Ramadhan Menurut Imam Ghazali
Ada lima cara menyambut bulan suci Ramadhan dalam perspektif Imam Ghazali rahimahullahu taala.
Ringkasan Berita:
- Lima cara menyambut bulan suci Ramadhan dalam perspektif Imam Ghazali
- Makruh berpuasa setelah nisfu Syakban.
- Tentang Takdib yakni sebuah upaya memfilter agar tidak terlarut dengan media sosial.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -
Mengimani Bulan Suci Ramadhan Menurut Imam Ghazali
Oleh Prof Dr TGH Fahrurrozi Dahlan, QH MA
Guru Besar Bidang Ilmu Dakwah dan Komunikasi di UIN Mataram & Sekjend PB Nahdlatul Wathan (NW)
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu wasalamu ala rasulillahil amin waa alihi wasbihi guril mayamin.
Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan m lisani yafqahu qauli. Amma ba'du.
Faqal Allah subhanahu wa taala fi kitabihil karim. Bismillahirrahmanirrahim.
Ya ayyuhalladina amanuikumam. Qallahq rasul karim wahnu alaika min syahidin wasyakirin.
Walhamdulillahiabbil alamin.
Saudara yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala, ada hikmah kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya khususnya umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Hikmah kebijaksanaan itu adalah puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan adalah anugerah yang termulia bagi umat Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang di dalam bulan Ramadhan ada fasilitas istimewa yang Allah tidak berikan kepada umat-umat terdahulu.
Satu di antaranya adalah lailatul qadar.
Keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad ini harus kita sambut dengan penuh sukacita, harus kita sambut dengan penuh keimanan dan kita sambut dengan penuh keceriaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Prof-Dr-TGH-Fahrurrozi-Dahlan-QH-MA.jpg)