Rabu, 15 April 2026

Program Gentingisasi Pemerintah Pusat Jadi Harapan Baru Bagi Pengusaha Genting di Plered

Industri genting lokal di Kecamatan Plered akan bangkit melalui program "gentingisasi" pemerintah pusat dan kerja sama dengan pengembang perumahan.

Tribun Jabar/Deanza Falevi
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, saat bertemu dengan para pelaku UMKM genting di Kecamatan Plered, Selasa (14/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) optimistis industri genting lokal di Kecamatan Plered akan bangkit melalui program "gentingisasi" pemerintah pusat dan kerja sama dengan pengembang perumahan. 
  • Dalam pertemuan bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Menteri PKP Maruarar Sirait, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan daya saing harga.
  • Industri yang memiliki potensi ekonomi puluhan miliar ini diharapkan kembali menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang istimewa.

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab dipanggil Om Zein, optimistis industri genting lokal di Kecamatan Plered akan kembali bangkit. 

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan para pelaku UMKM genting di Kecamatan Plered, Selasa (14/4/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Binzein membahas peluang kebangkitan industri genting di tengah program “gentingisasi” dari pemerintah pusat.

Binzein menegaskan bahwa pabrik-pabrik genting di Plered memiliki harapan besar untuk hidup kembali.

"Nah, ini adalah harapan baru buat kita. Bahwa pabrik kita akan hidup lagi. Insyaallah dalam waktu dekat akan lebih banyak toko datang ke kita, dengan syarat kualitasnya harus bagus, harganya harus bersaing, dan karyawannya siap," ujar Binzein di lokasi, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, meskipun tren penggunaan genting sempat menurun karena masyarakat beralih ke material lain, para pengusaha di Plered tetap bertahan dan terus menjalankan usahanya.

"Walaupun dulu sempat banyak yang beralih, para pengusaha ini masih tetap eksis. Memang produksinya tidak sebanyak dulu, tapi mereka belum berhenti. Ini potensi besar yang harus kita dorong," katanya.

Ia menilai, sentra industri genting di Plered merupakan aset penting bagi daerah yang perlu dijaga dan dikembangkan. Terlebih, Plered dikenal sebagai salah satu penghasil genting unggulan di Jawa Barat, selain wilayah Jatiwangi.

Namun, Binzein juga mengakui adanya perbedaan kualitas bahan baku tanah antara Plered dan daerah lain, yang berdampak pada harga jual. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas agar produk genting Plered tetap memiliki daya saing.

"Kalau dibandingkan dengan Jatiwangi, pasti ada perbedaan harga karena kualitas tanahnya juga berbeda. Tapi itu justru jadi keunggulan kita, tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan menyesuaikan harga," ucapnya.

Ke depan, Pemkab Purwakarta akan mendorong kerja sama dengan para pengembang perumahan agar menggunakan produk genting lokal dalam pembangunan proyek mereka, baik di tingkat regional maupun nasional.

"Bagaimana caranya developer perumahan bisa menggunakan genting dari kita. Tapi tentu dengan syarat, kualitas harus bagus dan harga harus kompetitif," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, juga disinggung potensi perputaran ekonomi yang cukup besar dari industri genting, yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa sektor tersebut layak untuk kembali dikembangkan.

Dengan semangat kebangkitan industri lokal, Binzein pun mengajak para pengusaha untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produksi.

"Siap-siap, semangat. Kita bangkitkan lagi genting istimewa dari Plered," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved