Mahasiswa Dampingi UMKM Naik Kelas Lewat Program Apindo UMKM Merdeka
Program Apindo UMKM Merdeka (AUM) Jawa Barat menunjukkan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Program Apindo UMKM Merdeka (AUM) Jawa Barat menunjukkan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha.
- Program Apindo UMKM Merdeka dirancang untuk menciptakan sinergi antara kampus dan dunia usaha
- Melalui program AUM Jabar, mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh UMKM
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Apindo UMKM Merdeka (AUM) Jawa Barat menunjukkan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program yang merupakan bagian dari skema Kampus Merdeka ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa, tetapi juga membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas usahanya.
Evaluasi program yang berlangsung setelah masa pendampingan Maret hingga Juni menjadi ajang untuk melihat perkembangan UMKM yang selama kurang lebih empat bulan didampingi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sekretaris Eksekutif Apindo Jawa Barat, Darius, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menciptakan sinergi antara kampus dan dunia usaha.
“Melalui program ini, mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk membantu UMKM menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi,” kata Darius saat ditemui di Sekertariat Apindo, Jalan Merdeka, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti program memperoleh konversi nilai hingga 20 SKS dari kampus masing-masing.
Penilaian diberikan berdasarkan kinerja mereka selama melakukan pendampingan kepada pelaku usaha.
“Mahasiswa turun langsung membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran hingga digital marketing. Tujuannya agar UMKM bisa naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan usaha,” ujarnya.
Selama masa pendampingan, mahasiswa membantu pelaku usaha memahami pentingnya tata kelola bisnis yang baik, termasuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Selain itu, mereka juga mendampingi UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Darius menegaskan, Apindo memiliki komitmen kuat untuk terus membina UMKM karena sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Sementara itu, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba, Firman Shakti Firdaus, Ph.D., yang menjadi mentor dalam program tersebut menilai AUM memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Tahun ini Apindo bekerja sama dengan Unisba dan melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai program studi. Firman dipercaya menjadi mentor bagi dua kelompok mahasiswa sekaligus.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara internal di kampus karena jumlah pendaftar lebih banyak dibanding kuota yang tersedia.
Mahasiswa yang terpilih berasal dari berbagai fakultas dan sengaja dipadukan dalam satu kelompok agar memiliki perspektif yang beragam.
| UMKM Tak Cukup Andalkan Produk, Digital Marketing Kini Jadi Penentu Penjualan |
|
|---|
| PLN UP3 Bogor Rutin Gelar Jumat Berbagi Saling Menguatkan, Wujud Kepedulian dan Pemberdayaan UMKM |
|
|---|
| Dongkrak Eksistensi Produk Lokal, Menkeu Purbaya Pamerkan Jaket Kulit Asal Garut |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Bebani Manufaktur dan UMKM, Kadin Kota Bandung: Pasti Terasa |
|
|---|
| Pelaku UMKM di Bandung Terima Bantuan YBM PLN untuk Kembangkan Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kegiatan-monthly-review-AUM-Jabar-di-Sekertariat-Apindo-Jabar.jpg)