Rabu, 3 Juni 2026

BPMU Dihapus, SMA Nugraha Terpaksa Pangkas Honor Guru Hingga 20 Persen

PEnghapusan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi sekolah swasta pada tahun anggaran 2026 terasa dampaknya.

Tayang:
Istimewa
DAMPAK BPMU - Ilustrasi siswa di SMA swasta. Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghapus anggaran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi sekolah swasta pada tahun anggaran 2026 terasa dampaknya. 

Terkait potensi peningkatan beban biaya pendidikan bagi orang tua siswa, Riki menyebut penghapusan BPMU hampir pasti berujung pada kenaikan SPP, terutama pada tahun ajaran baru.

“Banyak sekolah, termasuk kami, kemungkinan besar akan menaikkan SPP tahun depan. Kalau tidak, kasihan gurunya. Tapi di sisi lain, orang tua siswa juga banyak yang tidak mampu,” katanya.

Baca juga: Banyak yang Bilang Persib Butuh Striker, Bojan Hodak Ungkap Kondisi 2 Ujung Tombak

Untuk bertahan tanpa BPMU, SMA Nugraha saat ini mengambil dua langkah utama, yakni pemangkasan honor sebesar 20 persen untuk tahun berjalan, serta rencana kenaikan SPP sekitar 20 persen pada tahun ajaran baru. 

Meski berat, Riki menyebut kebijakan tersebut relatif dapat diterima karena sebagian guru telah terbantu oleh tunjangan sertifikasi.

“Alhamdulillah, banyak guru sudah sertifikasi. Mungkin berat, tapi setidaknya sedikit terbantu,” katanya.

Meski demikian, Riki tetap berharap adanya skema bantuan alternatif dari pemerintah, baik provinsi maupun pusat. 

Namun, ia juga menyadari kebijakan penghapusan BPMU merupakan keputusan pemerintah yang harus dihadapi oleh sekolah.

“Kita terima saja, antisipasinya ya mandiri, menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan bahwa BPMU lahir sebagai solusi atas janji pendidikan gratis yang sulit direalisasikan secara penuh. 

Program ini pertama kali diluncurkan pada era Gubernur Ahmad Heryawan, lalu mengalami berbagai perubahan nilai di periode berikutnya hingga akhirnya di era Gubernur Dedi Mulyadi dihapus.

“Kebijakannya berubah-ubah, tapi sekolah tetap harus jalan. Mau tidak mau, sekolah swasta harus bertahan dengan kondisi yang ada,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved