Jumat, 22 Mei 2026

Tembus Pasar Kerja Internasional, Muhaimin Iskandar Dorong Transformasi SMK Go Global

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didorong menjadi inkubator yang dapat mencetak satu juta talenta global.

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
WORKSHOP KEPALA SEKOLAH- Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar dalam roadshow Workshop Kepala Sekolah SMK Go Global di Bandung, Rabu (3/12/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didorong menjadi inkubator yang dapat mencetak satu juta talenta global.

Transformasi SMK penting dilakukan untuk memastikan lulusannya dapat memiliki standar kompetensi global. Baik secara kapasitas (skill), maupun bahasa.

Hal itu diungkapkan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Muhaimin Iskandar, dalam roadshow Workshop Kepala Sekolah SMK Go Global di tiga kota strategis di Indonesia yaitu Bandung, Semarang dan Makassar.

“Persaingan antar negara tidak hanya dalam perdagangan, tapi juga pasar kerja. SMK Go Global memastikan lulusan SMK kita mampu menaklukkan pasar kerja global,” ujar Muhaimin,  Rabu (3/12/2025).

Muhaimin berkomitmen memperbaiki sistem vokasi nasional dari hulu ke hilir, melalui usulan pembuatan Badan Vokasi Nasional. 

Sementara itu, Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menambahkan transformasi SMK saat ini menjadi hal penting yang perlu didorong melalui kolaborasi lintas sektor, seiring tingginya angka lulusan sekolah kejuruan yang belum mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Bantuan Jabar Untuk Bencana Sumatera Terkumpul Rp7 M, Besok KDM Terbang Pakai Pesawat Carter

Roadshow ini merupakan langkah konkret Kemenko PM dalam menghadapi tantangan nasional, yakni 1,63 juta lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan. 

“Sebagai penyelenggara negara, tugas kami bukan sekadar membuka akses pasar, tetapi memastikan _supply dan demand_ bertemu pada standar kualitas yang sama. Kami berharap melalui transformasi SMK bisa mencetak 1 juta talenta global terampil,” ujar Leon. 

Menurutnya, inisiatif ini sangat krusial. Workshop juga digelar guna mengidentifikasi dan memetakan tantangan riil di tingkat sekolah. Selain itu, workshop ini juga sekaligus merumuskan langkah prioritas dalam revitalisasi satuan pendidikan.

Leon menjelaskan, workshop dirancang untuk memberikan gambaran strategis yang komprehensif kepada para Kepala Sekolah, yang berfokus pada tiga pilar utama transformasi. 

Pertama, peluang pasar global. Melalui workshop, para Kepala Sekolah diharapkan mendapatkan pemahaman bahwa terbuka peluang besar bagi lulusan SMK untuk mengisi tingginya permintaan Pekerja Migran Indonesia terampil (Specified Skilled Worker/SSW) di pasar global, terutama Jepang. 

“Tujuan kami jelas, memastikan lulusan SMK dapat menjadi kontributor utama dalam pencapaian target nasional 1 juta PMI terampil,” katanya.

Baca juga: Joey Pelupessy Ramai Dikabarkan Deal Gabung Persib di Putaran Dua, Segera Wilujeng Sumping?

Kedua, kualitas dan standarisasi supply. Dia menegaskan bahwa kualitas kompetensi lulusan, harus memenuhi standar global yang diharapkan oleh sisi demand (Jepang/SSW). 

"Kami berupaya meningkatkan pemahaman Kepala Sekolah terkait standar dan kompetensi global. Kepala sekolah didorong merumuskan langkah prioritas revitalisasi kurikulum, yang mencakup pelatihan teknis berbasis industri, penguatan bahasa asing, sertifikasi internasional, dan pembekalan soft-skill," ucapnya.

Terakhir, perlindungan dan keamanan. Aspek perlindungan, menurut Leon, adalah prioritas mutlak. Leon menekankan bahwa negara menjamin proses penempatan harus aman, legal, dan bermartabat. 

"Workshop ini memberikan pemahaman yang komprehensif untuk mencegah siswa menjadi korban penempatan non-prosedural, penipuan online, dan risiko TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved