Daftar Kasus Keracunan MBG di Luar Jabar September 2025: gara-gara Cakalang hingga Puding Berbusa
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), ada 6.517 orang yang jadi korban keracunan program makan Bergizi Gratis (MBG).
Imbasnya, dapur MBG yang diduga menjadi sumber keracunan ditutup sementara oleh pemerintah setempat.
Sementara Polres Sumbawa telah melakukan penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan pendataan korban.
Dinas Kesehatan NTB pun melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap total siswa yang mengalami gejala keracunan di Kecamatan Empang, Sumbawa.
Baca juga: Viral Video Warga Siram Bensin ke Polisi di Sragen, Diduga Kesal Dianggap ODGJ, Kapolres Buka Suara
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Dinkes, menunjukkan adanya indikasi keberadaan bakteri Escherichia coli (E. Coli) dalam makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut.
Escherichia coli adalah bakteri yang secara normal hidup di usus manusia dan hewan.
Kepala Bappeda Sumbawa, Deddy Heriwibowo, mengatakan pihaknya terus menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan dan prosedur operasional ketat dalam pengolahan makanan MBG.
Pengelolaan dapur dan kebersihannya pun harus benar-benar diawasi.
"Kami telah menerima laporan dari Dinkes. Ditemukan indikasi bakteri coli, yang kemungkinan besar berasal dari kontaminasi air," kata Deddy saat dihubungi pada Jumat (19/9/2025), dilansir TribunLombok.com.
5. Puluhan Siswa Keracunan di Semarang
Puluhan siswa siswa SDN Ungaran 01, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengalami keracunan.
Mereka keracunan sesudah memakan sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Selasa, (30/9/2025).
Gejala yang dirasakan para siswa ialah mual, pusing, hingga muntah-muntah. Dari 20 siswa yang keracunan, ada dua siswa yang harus dirawat intensif di RSUD Ungaran, sedangkan satu siswa dirawat di RS Hermina Semarang.
Baca juga: Update Program MBG: 6.517 Orang Keracunan Menurut Data BGN, JPPI Catat 8.649 Anak Keracunan
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono langsung mengecek situasi. Dia kebetulan berada di sekolah tersebut pada saat kejadian.
Joko mengecek kondisi para siswa dan memeriksa sisa makanan MBG yang masih tersimpan di wadah di teras sekolah.
Adapun makanan pada hari itu terdiri atas nasi, daging sapi, tahu bulat, pokcoy, irisan timun, dan puding sebagai makanan penutup.
Semua makanan yang dihidangkan pada saat itu tampak normal, kecuali puding yang diberi potongan buah melon. Puding itu terlihat kurang segar.
Joko juga memeriksa puding itu dan menyebutnya sudah basi.
“Ini saya pegang-pegang, sudah berbusa, ada buih-buihnya dan ini sudah basi,” ujar Joko yang memegang-megang puding itu, dikutip dari Tribun Jateng.
Dia menilai pengelola dapur MBG memiliki prosedur yang kurang tepat dalam membuat puding.
Kata Joko, puding seperti itu harus disimpan dalam suhu dingin, tetapi ternyata tidak.
Artikel ini diambil dari Tribunnews.com, WartaKotalive.com, dan TribunLombok.com
| Sekolah Negeri di Jabar Belum Mampu Tampung Semua Siswa, Dedi Mulyadi Minta Maaf: Kesalahan Kami |
|
|---|
| Demo SPMB Jabar, Emak-emak Masak dan Seduh Kopi di Depan Kantor DPRD: Harusnya Kami di Rumah |
|
|---|
| BREAKING NEWS Imbas PPDB Carut-Marut, Massa Demo DPRD Desak KDM Copot Kadisdik Jabar Purwanto |
|
|---|
| Daftar Momen Sengkarut SPMB 2026 Jabar: Orang Tua Pusing - Pejabat Tikomdik Dicopot |
|
|---|
| Hikmat Zakky Ingatkan Korupsi Gerogoti Bonus Demografi dan Peluang Indonesia Jadi Negara Maju |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/20250925_GANI_Keracunan_MBG_20.jpg)