SPMB 2026
Daftar Momen Sengkarut SPMB 2026 Jabar: Orang Tua Pusing - Pejabat Tikomdik Dicopot
Dari masalah teknis hingga Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) jadi hal yang banyak dikomplain orang tua murid.
Ringkasan Berita:
- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 mengalami kekacauan teknis yang memicu protes orang tua siswa.
- Gubernur Dedi Mulyadi mengkritik pengembangan aplikasi pendaftaran yang dibangun dari nol tanpa melibatkan Diskominfo.
- Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar, dinonaktifkan dari jabatannya sebagai buntut dari sengkarut PCMB dan SPMB.
- Gubernur menjamin transparansi seleksi dan meminta masyarakat melaporkan praktik jual beli kursi dengan bukti yang jelas.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Orang tua siswa mengeluhkan 'berantakannya' pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026.
Dari masalah teknis hingga Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) jadi hal yang banyak dikomplain orang tua murid.
Sengkarut SPMB 2026 pun berbuntut orang tua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026) lalu.
Baca juga: Malam Ini Terakhir Daftar PCMB SPMB Jabar 2026, Cek Jadwal Pengumuman
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun mendatangi Kantor Disdik Jabar dan langsung bertemu orang tua siswa.
Dedi Mulyadi pun menilai masalah teknis jadi biang kekacauan SPMB 2026 ini. Kekacauan teknis tersebut seharusnya bisa dicegah jika pengembangan sistem direncanakan dengan matang dan melibatkan instansi yang tepat.
Berikut momen sengkarut SPMB 2026 di Jawa Barat.
Kantor Disdik Jabar Diserbu Orang Tua Calon Murid
Puluhan orang tua calon murid baru mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Senin (8/6/2026), untuk mempertanyakan berbagai masalah yang muncul dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Para orang tua sudah berada di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, sejak pukul 11.00, atau satu jam setelah pengumuman hasil seleksi Sekolah Maung diumumkan secara resmi, yang berbarengan dengan penutupan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Sejumlah orang tua pun mempertanyakan masalah teknis yang membuat anaknya 'tersenggol' dari pendaftaran SPMB 2026.
Sejumlah petugas keamanan pun berjaga di dalam aula, total ada sekitar enam satpam yang berada di dalam aula tersebut.
Baca juga: HARI INI TERAKHIR, PCMB Jabar Diperpanjang hingga Malam Nanti Imbas Sengkarut Aplikasi
Masalah PCMB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) hanya langkah awal untuk memetakan seluruh calon siswa di sekolah negeri di Jawa Barat, sebelum pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) resmi dibuka pada 15 Juni 2026.
Dedi menjelaskan, PCMB berfungsi sebagai instrumen pemetaan awal, agar pemerintah daerah dapat mengetahui sebaran dan kesiapan calon peserta didik di seluruh wilayah Jawa Barat.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting sebelum SPMB dibuka secara resmi.
“Pemetaan calon murid baru (PCMB) itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri,” ujar Dedi, Selasa (9/6/2026).
SPMB sendiri baru akan dibuka pada 15 Juni 2026. Setelah itu, calon siswa yang telah memenuhi syarat akan langsung masuk ke tahap penempatan sesuai hasil seleksi.
SPMB 2026
PCMB
Dinas Pendidikan
Jawa Barat
Dedi Mulyadi
masalah teknis
orang tua siswa
aplikasi
multiangle
| HARI INI TERAKHIR, PCMB Jabar Diperpanjang hingga Malam Nanti Imbas Sengkarut Aplikasi |
|
|---|
| Murid Tak Lolos SPMB Jabar 2026 Diarahkan ke Swasta, Dedi Mulyadi Jamin Gratis Bagi yang Tidak Mampu |
|
|---|
| Cara Cek Hasil Sementara SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 SD dan SMP |
|
|---|
| Rumus Perhitungan Skor Jalur Prestasi Nilai Rapor ke SMP pada SPMB Kota Bandung 2026 |
|
|---|
| PCMB Diperpanjang hingga 11 Juni 2026, Semua Anak Lulusan SMP hingga Paket B Diimbau Ikut Pemetaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-saat-mendengar-keluhan.jpg)