Minggu, 7 Juni 2026

Dedi Mulyadi Minta Maaf Kalau Kinerjanya Belum Bisa Puaskan Semua Orang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf jika kinerja pemerintahannya belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.

Tayang:
Editor: Giri
Tribun Priangan/Jaenal Abidin/arsip
BERI KETERANGAN - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, memberikan keterangan soal kasus sengketa lahan SMAN 1 Bandung yang dikabulkan PTTUN, ketika menghadiri puncak acara milad ke-120 Pondok Pesantrem Suralaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (5/9/2025). Dedi minta maaf kalau kinerja pemerintahannya belum memuaskan semua orang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf jika kinerja pemerintahannya belum sepenuhnya memuaskan semua pihak. Dia menegaskan komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Barat.

“Saya juga mohon maaf apabila kinerja yang saya lakukan belum memuaskan semua orang. Tetapi setidaknya meski belum memuaskan semua orang, saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat Jawa Barat dan menegakkan prinsip-prinsip transparansi dalam seluruh pengelolaan pembangunan,” ucap Dedi dalam pernyataan video yang diterima Kompas.com, Sabtu (13/9/2025). 

Dedi pun mengajak semua warga Jawa Barat untuk tetap optimistis menghadapi masa depan.

Ia juga menyampaikan sapaan hangat kepada warganet.

“Salam untuk semuanya, seluruh warga Jabar dan warganet di manapun berada. Mari kita songsong hari esok dengan penuh optimisme. Selamat bermalam minggu bagi mereka yang punya pasangan dan yang tidak punya pasangan. Nunggu sampai waktunya tiba,” ucap Dedi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tak Masalah Dana Operasional Dihapuskan: Tapi Rakyat yang Dirugikan 

Pada kesempatan itu Dedi memberikan apresiasi kepada media massa yang telah bersikap kritis terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi dan memastikan arah pembangunan berpihak kepada masyarakat.

“Pagi hari ini juga saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman media yang begitu kritis terhadap apa yang kami lakukan di Pemprov Jabar,” ujar Dedi.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Dana Operasional Gubernur untuk Warga, Rp28,8 Miliar Tak Sentuh Kepentingan Pribadi

Dedi menekankan, kritik yang konstruktif merupakan instrumen penting dalam membangun semangat transparansi dan memperkuat prinsip check and balance dalam pemerintahan daerah.

“Daya kritis media itu akan membangun keseimbangan demokrasi dan check and balance. Sehingga pembangunan akan lebih berpihak kepada masyarakat. Dan untuk itu mari kita bersama-sama membangun spirit transparansi dan utamakan kehidupan masyarakat yang lebih luas dalam kinerja pembangunan yang kita lakukan,” ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi: Saya Minta Maaf Bila Kinerja Saya Belum Memuaskan Semua Orang"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved