Jabar Bersiap Hadapi Kemarau Panjang dan El Nino, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang 2026 =
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino 2026
- Sekretaris Daerah Herman Suryatman menekankan pentingnya mitigasi kekeringan, ketersediaan air bersih, dan pencegahan karhutla
- Pemprov Jabar akan menerbitkan Keputusan Gubernur Siaga Kekeringan serta memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan BPBD dan BMKG
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang 2026 yang diperkirakan dapat memicu kekeringan, penurunan produksi pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada menurunnya curah hujan, serta meningkatnya suhu udara di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Dalam kondisi yang lebih ekstrem, fenomena ini berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan agar dampaknya dapat diminimalisir.
Dikatakan Herman, dampak yang berpotensi timbul meliputi meningkatnya risiko kekeringan di wilayah dengan keterbatasan sumber air, penurunan ketersediaan air bersih, potensi penurunan hasil pertanian yang berdampak pada ketahanan pangan, serta meningkatnya risiko karhutla, akibat kondisi cuaca kering dan suhu tinggi.
Baca juga: Kemarau Jabar Diiringi Fenomena El Nino Moderat, BMKG Imbau Warga Bandung Mulai Hemat Air Bersih
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Herman, telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi kondisi tersebut, meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyiapan logistik air bersih, serta penguatan koordinasi dengan BMKG, PDAM, BPBD kabupaten/kota, dan instansi terkait lainnya.
“Pemprov Jabar juga telah melaksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan kekeringan bersama BPBD kabupaten/kota pada 8 Mei 2026,” ujar Herman, Sabtu (6/6/2026).
Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk menyiapkan personel, peralatan, serta langkah mitigasi dalam menghadapi potensi krisis air bersih dan karhutla. Sistem monitoring, peringatan dini, dan edukasi kepada masyarakat juga diperkuat melalui media sosial maupun sosialisasi langsung.
“Akan segera menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Siaga Kekeringan dan kepgub Posko Siaga Kekeringan,” katanya.
Menurutnya, status darurat dapat ditetapkan apabila dampak kekeringan meluas dan mengganggu kehidupan masyarakat berdasarkan kajian teknis serta rekomendasi BPBD.
Saat ini, kata Herman, sejumlah strategi mitigasi juga disiapkan, di antaranya konservasi sumber daya air, optimalisasi embung dan waduk, serta penguatan distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
“Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan, untuk menggunakan air secara hemat dan bijak, sebagai bagian penting dalam upaya pengurangan dampak kekeringan,” ucapnya.
Belajar dari El Nino 2023, kata Herman, dampak kekeringan akibat El Nino tercatat terjadi di 258 kecamatan dan 727 desa/kelurahan di Jawa Barat, dengan lebih dari 1,09 juta jiwa atau sekitar 320 ribu kepala keluarga terdampak.
Baca juga: Kemarau Pengaruh El Nino Terjadi di Jabar, BPBD Bersiap Antisipasi Karhutla dan Kekeringan
Wilayah paling terdampak meliputi Kabupaten Bogor (201 desa/kelurahan), Kabupaten Bandung (85 desa/kelurahan), dan Kabupaten Ciamis (57 desa/kelurahan).
Selain kekeringan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di 24 kabupaten/kota, mencakup 231 kecamatan dan 471 desa/kelurahan. Wilayah dengan kejadian terbanyak tercatat di Majalengka, Sumedang, Subang, dan Sukabumi.
| Dokumen KBU Lengkap, TPPAS Legok Nangka Tunggu Pembiayaan, Target Beroperasi Penuh pada 2029 |
|
|---|
| Kemarau Jabar Diiringi Fenomena El Nino Moderat, BMKG Imbau Warga Bandung Mulai Hemat Air Bersih |
|
|---|
| Waspada Penurunan Curah Hujan, BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Barat Terjadi Agustus 2026 |
|
|---|
| Kemarau Pengaruh El Nino Terjadi di Jabar, BPBD Bersiap Antisipasi Karhutla dan Kekeringan |
|
|---|
| El Nino Godzila Mengintai Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Daerah Siapkan Langkah Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sawah-mulai-mengering-di-rancaekek-petani-khawatir-kesulitan-air-bersih-di-musim-kemarau.jpg)