Cerita Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang Lukisan Bunga yang Dijarah, Dibuat 17 Tahun Lalu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menceritakan kisah lukisan bunga yang kini telah dibawa penjarah.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025). Sri Mulyani menceritakan kisah lukisan bunga yang kini telah dibawa penjarah. 

TRIBUNJABAR.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menceritakan kisah lukisan bunga yang kini telah dibawa penjarah.

Rumah Sri Mulyani yang berada di kawasan Mandar, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, dijarah pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Salah satu barang yang raib dalam penjarahan tersebut adalah lukisan bunga.

Melalui unggahan Instagram, Sri Mulyani membagikan foto seseorang berjaket merah dan berhelm hitam yang memanggul kanvas beserta papannya.

Sri Mulyani bercerita, lukisan tersebut ia buat sendiri pada 17 tahun lalu.

"Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul lukisan cat minyak bunga di atas kanvas ukuran cukup besar," tulis Sri Mulyani dalam unggahannya, Rabu (3/9/2025).

"Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya yang menjadi target operasi jarahan hari minggu akhir Agustus 2025 dini hari," sambung Sri Mulyani.

Bagi Sri Mulyani, lukisan tersebut memiliki arti mendalam tersendiri. Ia mengibaratkannya dengan rumah tempat anak-anaknya tumbuh dan bermain.

RUMAH MENKEU - Penjarahan di rumah terduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro beredar dalam video di media sosial. Aksi itu dilaksanakan pada minggu (31/8/2025) dini hari.
RUMAH MENKEU - Penjarahan di rumah terduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro beredar dalam video di media sosial. Aksi itu dilaksanakan pada minggu (31/8/2025) dini hari. (Instagram @jakarta.terkini @infobintaro.id)

Baca juga: Pernyataan Menkeu Sri Mulyani setelah Rumahnya Dijarah: Terima Kasih kepada Seluruh Masyarakat

"Lukisan Bunga itu bagi penjarah pasti dibayangkan bernilai sekedar seperti lembaran uang," tutur Sri Mulyani.

"Lukisan Bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri, sangat pribadi. Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai harganya," lanjutnya.

Dengan raibnya lukisan bunga itu, kata Sri Mulyani, ia merasa bahwa rasa amannya pun lenyap.

"Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia," ungkap Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani merasa pilu dengan penjarahan yang menargetkan rumahnya tersebut.

"Bagi penjarah, rumah dan barang-barang tersebut hanyalah sekedar target operasi," papar Sri Mulyani.

"Para penjarah seperti berpesta, bahkan diwawancara reporter media: 'dapat barang apa mas?' - dijawab ringan, dengan nada sedikit bangga tanpa rasa bersalah: 'lukisan'," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved