SPMB Jabar 2026
Masalah SPMB 2026 Belum Tuntas, Orang Tua Murid Kembali Datangi Disdik Jabar
Sejumlah orang tua siswa kembali mendatangi Kantor Disdik Jabar guna mengeluhkan kendala teknis seperti data hilang dan skor yang berubah.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Sejumlah orang tua siswa kembali mendatangi Kantor Disdik Jabar guna mengeluhkan kendala teknis seperti data hilang dan skor yang berubah.
- Mereka kini memanfaatkan fasilitas reset akun yang baru dibuka pascasidak Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengubah pilihan sekolah atau jalur.
- Meski sempat ada penambahan nilai massal, posisi peringkat siswa justru dilaporkan tetap merosot.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah orang tua murid kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Mereka masih mengeluhkan masalah yang sama, yakni nilai atau skor yang berubah, data hilang, akun belum terverifikasi, kendala masuk ke sistem, data tidak terbaca, hingga peserta yang sebelumnya mengikuti program Sekolah Maung, namun harus kembali mendaftar melalui jalur reguler.
Salah satu orang tua calon murid baru asal Kota Bandung, Hendri, mengaku kembali mendatangi Disdik Jabar untuk memanfaatkan fasilitas reset akun, yang baru dibuka setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung Kantor Disdik Jabar pada Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan nilai atau skor anaknya agar sesuai dengan perhitungan yang semestinya.
"Langkah saya sekarang mau mereset akun. Sekarang sudah ada fasilitas reset akun. Harapannya nilai anak saya bisa kembali normal lagi," ujar Hendri.
Dikatakan Hendri, sebelumnya peserta tidak memiliki opsi untuk melakukan reset akun. Fasilitas tersebut baru tersedia setelah muncul berbagai keluhan dari masyarakat terkait proses seleksi.
"Sebelumnya nggak bisa reset akun. Sekarang bisa," katanya.
Hendri mengatakan, melalui proses reset akun peserta juga diberi kesempatan untuk mengubah jalur maupun pilihan sekolah yang telah didaftarkan.
"Kalau reset akun bisa mengubah jalur juga. Misalnya dari non-akademik ke akademik. Tapi saya tetap di jalur non-akademik, mungkin nanti ada perubahan pilihan sekolah," ucapnya.
Hendri mengaku, sebelumnya anaknya memilih SMAN 4 Bandung, SMAN 8 Bandung, dan SMAN 11 Bandung sebagai pilihan sekolah. Namun, setelah adanya reset akun, kemungkinan akan dilakukan penyesuaian terhadap pilihan tersebut.
Hendri juga sempat melihat adanya penambahan nilai pada akun anaknya setelah muncul polemik dan keluhan terkait sistem penilaian.
Menurut dia, nilai anaknya meningkat dari 297 poin menjadi 360 poin.
"Betul, kemarin ada penambahan nilai. Dari 297 menjadi 360," katanya.
Namun setelah dicermati, Hendri menilai kenaikan nilai tersebut tidak berdampak signifikan terhadap posisi peringkat anaknya dalam seleksi.
Bahkan, diduga kenaikan skor tidak hanya terjadi pada peserta yang mengajukan keluhan, tetapi juga peserta lain yang tidak menyampaikan protes.
| Dedi Mulyadi Tantang Warga Laporkan Oknum Jual Beli Kursi SPMB Jabar 2026: "Sok Sebutin!" |
|
|---|
| Tangis Orang Tua Pecah di Disdik Jabar: Sistem Error dan Minim Sosialisasi, SPMB 2026 Bikin Bingung |
|
|---|
| Sengkarut SPMB 2026, Gubernur Dedi Mulyadi Diserbu Orang Tua Siswa di Kantor Disdik Jabar |
|
|---|
| Sekolah Maung Bikin Bingung: Siswa Lolos SPMB SMAN 5 Bandung, Tapi Dipusingkan Jadwal Daftar Ulang |
|
|---|
| SPMB Jabar 2026 Sekolah Maung Dimulai, Dedi Mulyadi: Ada Titip-Menitip, Kami Proses Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Puluhan-orang-tua-siswa-mendatangi-Kantor-Dinas-Pendidikan-Disdik-Provinsi-Jaw.jpg)