SPMB 2026
Dedi Mulyadi Hadapi Sengkarut SPMB 2026,Semprot Disdik Jabar hingga Tantang Laporkan Jual Beli Kursi
Dedi Mulyadi pun langsung 'menyemprot' biang kerok kekacauan SPMB 2026 di Jawa Barat tersebut.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur pihak terkait atas kekacauan teknis aplikasi SPMB 2026
- Masalah utama diidentifikasi berasal dari pengembangan sistem aplikasi baru yang tidak terintegrasi dengan Diskominfo
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memanggil pengembang aplikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh
- Dedi Mulyadi menantang warga untuk melaporkan praktik jual beli kursi dengan bukti yang jelas
TRIBUNJABAR.ID - Datangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak hanya menemui orang tua siswa.
Dedi Mulyadi pun langsung 'menyemprot' biang kerok kekacauan SPMB 2026 di Jawa Barat tersebut.
Sebelumnya, banyak orang tua siswa yang langsung mengadu begitu Dedi Mulyadi tiba di Kantor Disdik Jabar.
Mereka mengadukan berbagai keluhan terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, terutama keluhan teknis.
Baca juga: Pendaftaran PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang hingga 11 Juni, Dedi Mulyadi Beri Pesan
Dedi Mulyadi pun menilai masalah utama sengkarut SPMB 2026 berasi dari teknis aplikasi pendaftaran, bukan regulasi SPMB itu sendiri.
Dedi mengungkapkan kejengkelannya karena sistem aplikasi SPMB tahun ini justru dibangun dari nol lagi, bukannya menyempurnakan fitur sistem yang sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya.
Akibat cacat produksi ini, ia menegaskan akan segera memanggil pihak pengembang (developer) aplikasi tersebut.
"Makanya hari ini saya ingin panggil yang menggunakan aplikasinya, yang membuatnya."
"Karena ketentuan Gubernur, seharusnya aplikasi tidak dibuat oleh Dinas Teknis (Disdik). Aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo," ucapnya tegas.
Dedi menilai permasalahan fatal ini seharusnya bisa diminimalisir jika sejak awal pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan yang matang dan melibatkan instansi yang tepat.
Guna menyelesaikan kekacauan di tengah masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi yang digunakan dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Dedi menegaskan, dirinya ingin mengetahui secara mendalam siapa pihak ketiga atau tim yang bertanggung jawab di balik pembuatan aplikasi eror tersebut.
"Makanya saya mau panggil sekarang, ini teknis banget, nggak ada yang berat," pungkas Dedi sembari menenangkan para orang tua murid yang telanjur panik.
Baca juga: Kuota Sekolah Negeri Terbatas, Minat Pendaftar SPMB di Padalarang Tetap Tinggi
Tantang Warga Laporkan Jual Beli Kursi SPMB
Tak hanya menyoroti soal masalah teknis SPMB 2026, Dedi Mulyadi pun meminta masyarakat tak ragu melapor saat ada praktik jual beli kursi maupun kecurangan lainnya.
Dikatakan Dedi, setiap laporan harus disertai data dan identitas yang jelas, agar dapat segera ditindaklanjuti melalui proses hukum maupun pemeriksaan internal oleh pemerintah daerah.
| Pendaftaran PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang hingga 11 Juni, Dedi Mulyadi Beri Pesan |
|
|---|
| Kuota Sekolah Negeri Terbatas, Minat Pendaftar SPMB di Padalarang Tetap Tinggi |
|
|---|
| Perjuangan 85 Kilometer Tak Sia-sia, Zidni Dari Indramayu Tembus Sekolah Maung Impiannya Di Cirebon |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Jelaskan Fungsi PCMB: Bagian Penting Sebelum Pelaksanaan SPMB |
|
|---|
| Banyak temuan dan Laporan di SPMB 2026, Komisi V DPRD Bakal Panggil Disdik Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-saat-mendengar-keluhan.jpg)