SPMB Jabar 2026
Sekolah Maung Bikin Bingung: Siswa Lolos SPMB SMAN 5 Bandung, Tapi Dipusingkan Jadwal Daftar Ulang
Pengumuman hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat 2026 diwarnai kepanikan orang tua murid.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Pengumuman hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat 2026 diwarnai kepanikan orang tua murid akibat adanya kesalahan tanggal (back date) jadwal daftar ulang di aplikasi sistem.
- Pihak SMAN 5 Bandung mengklarifikasi bahwa proses daftar ulang fisik akan tetap dilayani selama dua hari mulai Selasa, 9 Juni 2026.
- Di sisi lain, para wali murid mengapresiasi transparansi sistem baru ini karena membuka peluang besar bagi siswa luar zonasi kota.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengumuman hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat 2026 diwarnai kebingungan sejumlah orang tua siswa terkait jadwal daftar ulang yang tercantum dalam sistem.
Meski anak mereka telah dinyatakan lolos, perbedaan informasi mengenai waktu daftar ulang membuat sebagian wali murid memilih datang langsung ke sekolah untuk memastikan agar tidak kehilangan hak kursi yang telah diperoleh.
Sejak pagi, halaman SMAN 5 Bandung didatangi sejumlah orang tua bersama calon peserta didik yang ingin memastikan tahapan selanjutnya setelah pengumuman hasil seleksi.
Salah satunya Ayu, orang tua siswa yang anaknya dinyatakan lolos melalui jalur prestasi akademik rapor.
Ayu mengaku sengaja datang ke sekolah karena khawatir dengan informasi pada aplikasi yang mencantumkan jadwal daftar ulang pada 4 hingga 6 Juni, padahal pengumuman kelulusan baru diterima pada 8 Juni.
“Hari ini ke sini karena kan pengumumannya online. Di aplikasi itu tertulis daftar ulang tanggal 4 sampai 6. Jadi pertanyaan buat kita, kok jadi seperti back date begitu. Takutnya daftar ulang telat atau bagaimana,” ujar Ayu, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan sebenarnya tidak mengalami kendala berarti selama proses pendaftaran. Verifikasi data berjalan lancar hingga hasil seleksi diumumkan.
“Kalau secara umum enggak ada kendala. Saya verifikasi malam, pagi sudah tayang. Saya sih mengikuti prosedur saja. Kalau memang anak saya dinyatakan mampu, baik. Kalau tidak, ya saya terima dengan legawa,” katanya.
Anak kedua dari Ayu pun akhirnya dinyatakan lolos di SMAN 5 Bandung melalui jalur prestasi akademik rapor dengan skor 294,40.
Menurut Ayu, SMAN 5 dipilih karena dinilai mampu mendukung perkembangan potensi anak secara lebih terarah.
“Pastinya supaya lebih berkembang sesuai potensinya saat ini. Di SMA negeri seperti di sini kan strukturnya jelas, persaingannya juga jelas, arahnya ke mana juga lebih pasti,” katanya.
Kebingungan serupa juga dirasakan Raisha, lulusan SMP Unggulan Al-Amanah yang diterima di SMAN 5 melalui jalur prestasi akademik rapor.
Raisha mengungkapkan awalnya ia menargetkan masuk SMAN 3 Bandung. Namun setelah mempertimbangkan peluang berdasarkan nilai yang dimiliki, ia akhirnya memilih SMAN 5.
“Yang pertama karena rekor PTN-nya. Awalnya mau masuk SMA 3, tapi akhirnya memilih SMA 5 karena dari skornya,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Para-orang-tua-murid-mendatangi-SMAN-5-Bandung-8-Juni-2026.jpg)