Rabu, 27 Mei 2026

Respons Dedi Mulyadi soal Viralnya Teror Pocong: Imbau Warga Aktif Siskamling

Dedi Mulyadi juga akan berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, Kapolda Metro Jaya, Pangdam III Siliwangi, dan Pangdam Jaya.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
KDM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat diwawancara usai mengembalikan Mahkota Binokasih ke Karaton Sumedang Larang, Senin (18/5/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Respons Dedi Mulyadi: Gubernur Jabar tanggapi viralnya teror pocong bersenjata tajam yang ketuk rumah warga dan videonya viral.
  • Tiga Modus Utama: KDM sebut aksi pocong meresahkan ini bermodus minta-minta/ngamen, pencurian/perampokan, hingga sekadar iseng.
  • Imbauan Warga: Warga diminta waspada tanpa panik, mengaktifkan kembali Siskamling/ronda. KDM juga akan berkoordinasi dengan aparat.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut merespons viralnya teror pocong yang beredar di media sosial belakangan ini.

Awalnya, teror pocong ini menjadi perbincangan di media sosial. Terbaru, ada video viral yang menarasikan teror pocong terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam unggahan yang beredar, sosok berpakaian putih menyerupai pocong itu mengetuk pintu dan kaca rumah warga secara acak sambil membawa senjata tajam.

Menanggapi isu ini, Dedi Mulyadi menilai teror pocong ini meresahkan warga, apa pun modusnya.

"Pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan Bandung, pocong dioperasi Satpol PP karena keluarnya salah, harusnya malam hari, ini siang hari untuk meminta-minta ke setiap mobil yang lewat."

"Ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan, ketertiban lalu lintas," ucap Dedi Mulyadi dalam unggahan videonya di TikTok, Selasa (26/5/2026).

Dedi Mulyadi juga menyadari bahwa di berbagai tempat, orang berpakaian pocong sebagai modus mencuri kambing hingga mengetuk rumah warga untuk minta-minta, merampok, ataupun iseng.

Baca juga: Geger Kabar Pocong Ketuk Pintu Rumah di Cirebon, Polisi Angkat Bicara Soal Isu Viral di Media Sosial

"Modusnya bisa minta-minta, pencurian atau perampokan, dan main-main atau iseng. Tetapi ketiga-tiganya menurut saya meresahkan," kata Dedi Mulyadi.

Dalam melakukan upaya preventif, Dedi Mulyadi mengimbau warga untuk mengaktifkan lagi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

"Untuk itu, mari kita bersama-sama melakukan patroli Siskamling di lingkungan masing-masing."

"Ada grup WA yang bisa diaktifkan di setiap lingkungan warga, alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga, ada kentungan kalau di desa-desa," tutur Dedi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa KDM ini juga mengimbau aparat keamanan di lingkungan warga seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan.

"Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas bisa terus bahu-membahu, bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketenangan warga."

"Kapolres dan Danramil bisa mendorong patroli. Kapolres, Kapolresta, Kapolres Metro di seluruh wilayah bisa terus menggerakan kekuatannya menjamin kenyamanan dan keamanan warga," ungkap Dedi Mulyadi.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga akan berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, Kapolda Metro Jaya, Pangdam III Siliwangi, dan Pangdam Jaya untuk mendorong terciptanya rasa aman warga.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved