Lelang Pengelolaan Bandung Zoo Terpaksa Harus Diulang, Farhan Ungkap Alasannya
Seleksi pengelola baru Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung hingga saat ini belum berjalan mulus
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Seleksi pengelola baru Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung hingga saat ini belum berjalan mulus
- Ini karena Pemkot Bandung harus melakukan lelang ulang calon pengelola.
- Wali Kota Bandung akan segera menghadap ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk melakukan finalisasi hasil lelang pengelola Bandung Zoo ini
- Hingga batas akhir lelang pada 25 Mei 2026, sudah ada tiga lembaga konservasi yang berminat untuk mengelola Bandung Zoo
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seleksi pengelola baru Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung hingga saat ini belum berjalan mulus.
Ini karena Pemkot Bandung harus melakukan lelang ulang calon pengelola.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan, pihaknya akan segera menghadap ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk melakukan finalisasi hasil lelang pengelola Bandung Zoo ini.
"Memang lelang pertama belum mencapai kesepakatan, maka akan dilakukan lelang ulang. Pada lelang ulang ini diharapkan sudah ada ruang negosiasi antara penyelenggara lelang dengan para peserta lelang," ujar Farhan di Jalan Sumatera, Selasa (26/5/2026).
Hingga batas akhir lelang pada 25 Mei 2026, sudah ada tiga lembaga konservasi yang berminat untuk mengelola Bandung Zoo.
Namun dari tiga peserta itu, kata Farhan, masih ada kendala dalam komitmen nilai.
• UNIK, Teja Pecahkan Rekor Clean Sheet di Depan Pemiliknya Sendiri di Laga Persib vs Persijap
"Kemarin tersisa tiga (peserta), kendalanya adalah mengenai komitmen nilai. Ini asetnya nilainya tinggi sekali, jadi memang kita membutuhkan mitra yang memiliki kemampuan finansial dan manajemen yang sangat kuat," katanya.
Farhan mengatakan dalam lelang pengelola Bandung Zoo tersebut, pihaknya hanya bisa menunggu hasil dari panitia seleksi secara pasif, tetapi untuk saat ini dia memastikan sudah mendapat hasilnya.
"Tadi malam sudah dapat hasilnya, maka saya harus laporkan ke Kementerian Kehutanan siang hari ini," ucap Farhan.
Saat disinggung terkait nilai kontrak dalam pengelolaan Bandung Zoo ini, Farhan menilai cukup besar dengan jangka waktu Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) hingga puluhan tahun.
"Kan kontraknya 26 tahun, nilainya triliunan pokoknya mah.Dulu aja, dalam keadaan yang diaudit oleh Kejaksaan Tinggi, setahun omset tiket doang Rp26 miliar," katanya.
Di sisi lain, Farhan menargetkan lelang pengelolaan Bandung Zoo ini harus rampung dalam waktu dekat.
Hal ini agar kebun binatang tersebut bisa segera memiliki pengelola baru.
"Pokoknya minggu ini harus selesai Minggu ini harus selesai dan dilaporkan ke Kementerian Kehutanan," ujar Farhan. (*)
| 5.576 Pendaftar Diterima Jadi Mahasiswa UPI Jalur SNBT 2026, Psikologi Paling Diminati |
|
|---|
| Pesta Ngariung Juara Maung Bandung: Manajemen Persib Beri Penghargaan Eksklusif untuk Sederet Nama |
|
|---|
| Puluhan Operator Telekomunikasi Datangi Kantor BII di Bandung, Minta Penyesuaian Tarif Ducting |
|
|---|
| Manager Persib Umuh Muchtar Mengaku Hampir Pingsan Saat Selesai Konvoi Pendopo |
|
|---|
| Viral Masjid Bekas Bar di Trunojoyo Bandung, Masjid Jaza: Tempat Kajian yang Sediakan Kopi Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-Bandung-Zoo-kembali-dibuka-pada-momentum-Natal-2025.jpg)