Jumat, 5 Juni 2026

Banjir dan Longsor Terjang Lembang Bandung Barat, Belasan Rumah Terdampak, 4 Rusak Berat

Bencana banjir dan longsor terjadi di Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tayang:
dok.pribadi
Benteng sebuah rumah kontrakan di RT 01/15, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk karena tanahnya longsor, Sabtu (23/5) sore. Akibat kejadian tersebut sedikitnya lima unit rumah yang ada di bawahnya ambruk tertimpa longsoran tembok bercampur tanah. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor melanda Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Lembang, Bandung Barat, mengakibatkan 15 rumah terdampak, 4 rusak berat, dan satu keluarga mengungsi.
  • Longsor terjadi pada Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi 5 meter, material berupa batu cadas langsung menimpa rumah di bawahnya.
  • Salah satu korban, Kelli Wijana, menyebut rumahnya rusak parah hingga tidak bisa dihuni, dengan dinding jebol, lantai tertimbun lumpur, dan seluruh barang rusak.

Laporan reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Bencana banjir dan longsor terjadi di Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Akibatnya, setidaknya ada 15 rumah terdampak, 4 rusak berat, dan satu keluarga terpaksa mengungsi.

Pantauan di RT 1 RW 15 Kampung Andir, longsor terjadi pada Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan tinggi sekitar 5 meter. Material longsor  berupa batu cadas terlihat langsung menimpa sejumlah rumah yang ada di bawah TPT.

"Iya ini rumah saya, rusak paling parah, ini lagi diberesin, yang tertimpa langsung ini ada 4 sama tetangga saya," kata salah satu pemilik rumah bernama Kelli Wijana (67) saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).

Kelli mengungkapkan, rumahnya mengalami kerusakan hampir di seluruh ruangan. Dinding jebol, lantai tertimbun material longsor berupa lumpur dan bebatuan, hingga properti rumah rusak.

Baca juga: Aksi Heroik Neni Triana Selamatkan Anak saat Longsor di Lembang Bandung Barat, Dapat 36 Jahitan

"Dinding jebol, 100 persen tidak bisa dihuni, ada batu bekas benteng pada masuk ke rumah, baju tidak ada yang selamat, elektronik tidak ada terselematkan ini baju anak saya yang dipakai," ungkapnya.

Kelli bersama istri, dan dua anaknya saat ini mengungsi pada sebuah rumah kontrakan yang ada di kampung setempat. Dengan kerusakan yang cukup masif, Kelli berharap ada uluran tangan pemerintah untuk memberi bantuan.

"Pengennya ada perbaikan, bantuan. bantuan belum ada, tadi dari Dinsos ngasi selimut," katanya.

Kelli menambahkan, dirinya tidak bisa menceritakan secara rinci terkait kronologi terjadinya banjir dan longsor TPT pada Sabtu (23/5/2025) sore.

Dari keterangan sang istri, banjir dan longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Banjir berawal dari tersumbatnya saluran air di wilayah sekitar.

Akibatnya, air meluap, masuk ke permukiman, hingga meredam sejumlah rumah. Tak lama setelah banjir, terjadi longsor TPT yang tepat berada di atas rumah Kelli.

"Saya tidak ada di rumah, istri sama anak yang dirumah lagi nyantai di luar, memang hujan gede, terus banjir. Istri saya nyuruh anak ambil hape ke dalam, tiba-tiba dinding jebol, dari benteng itu, itu sekitar jam tiga atau setengah empat," tandasnya.

Baca juga: Neni Terluka Dobrak Kaca Jendela, Toren Tetangga Sampai Masuk ke Rumah Korban, Longsor di Lembang

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved