Tren Interior Meningkat, Program 'Jawara' Dorong Peran Komunitas Pengrajin di Jawa Barat
Jawara ini hadir sebagai ruang apresiasi yang secara khusus ditujukan bagi komunitas pengrajin, workshop, dan pelaku interior di Jawa Barat.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Program Jawara hadir sebagai ruang apresiasi bagi komunitas pengrajin, workshop, dan pelaku interior di Jawa Barat.
- Menurut Roberto Saputra, pengrajin dituntut mengikuti tren desain, menjaga kualitas, dan bekerja efisien di tengah persaingan industri.
- Melalui pembelian produk high pressure laminate, pengrajin dapat bergabung dalam program ini yang juga menghadirkan malam apresiasi sebagai bentuk penghargaan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pesatnya tren desain interior dan meningkatnya kebutuhan hunian estetik, ada satu peran yang kerap luput dari sorotan yaitu para pengrajin.
Mereka yang bekerja di balik layar yang justru menjadi tangan utama yang mewujudkan ruang-ruang nyaman yang kini semakin digemari masyarakat.
Melalui program “Jawara” atau Javaco Waktunya Juara, kini hadir sebagai ruang apresiasi yang secara khusus ditujukan bagi komunitas pengrajin, workshop, dan pelaku interior di Jawa Barat.
President Director Javaco, Roberto Saputra mengatakan program ini menjadi respons atas tantangan yang kini dihadapi para pengrajin.
Baca juga: Panen Cuan Jelang Lebaran, Pengrajin Parcel di Cirebon Kebanjiran Order, Untung Tembus Puluhan Juta
“Tak hanya dituntut menghasilkan pengerjaan yang rapi dan presisi, mereka juga harus mampu mengikuti tren desain yang terus berubah, menjaga kualitas hasil akhir, hingga bekerja secara efisien di tengah persaingan industri yang semakin ketat,” ucap Roberto di Bajawa, Jumat malam (22/ 5/2026).
Roberto menyebutkan kebutuhan akan material yang mudah diaplikasikan, tahan lama, dan tetap mengikuti selera pasar juga semakin krusial dalam menunjang pekerjaan sehari-hari.
“Melalui Jawara, kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan berkelanjutan dengan para pengrajin. Kami percaya pertumbuhan brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kepercayaan dan loyalitas komunitas yang menggunakannya setiap hari,” ujar Roberto.
Ia menegaskan, pihaknya ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia material interior, tetapi sebagai partner yang memahami kebutuhan dan perjalanan para pengrajin di lapangan.
Tidak hanya bersifat formal, program ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang hangat dan personal, mempertemukan brand, toko, serta komunitas pengrajin dalam suasana yang lebih dekat.
“Melalui mekanisme sederhana, yaitu dengan pembelian produk high pressure laminate, para pengrajin dapat menjadi bagian dari program ini. Malam apresiasi pun dikemas sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka selama ini,” kata dia.
Roberto mengatakan Jawa Barat dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri furnitur dan interior lokal, dengan ekosistem pengrajin yang aktif dan dinamis.
Mulai dari usaha rumahan, workshop mandiri, hingga proyek komersial, para pelaku industri di Jawa Barat terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan renovasi di berbagai kota.
Baca juga: Genteng Jatiwangi Naik Kelas, Bupati Eman Boyong Pengrajin Majalengka Dukung Program Prabowo
Selain itu, kultur kolaboratif yang kuat di antara para pengrajin menjadi nilai tambah tersendiri. Mereka terbiasa berbagi referensi, pengalaman pengerjaan, hingga rekomendasi material dalam keseharian.
“Komunitas pengrajin di Jawa Barat sangat hidup dan saling terhubung. Ini yang membuat kami melihat wilayah ini relevan sebagai titik awal program berbasis kebersamaan,” lanjut Roberto.
| SPMB Jabar 2026 Sekolah Maung Dimulai, Dedi Mulyadi: Ada Titip-Menitip, Kami Proses Hukum |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Pertamina Terkini Senin 25 Mei 2026 Se-Indonesia, Pertamax hingga Dexlite |
|
|---|
| Dibuka Besok! Simak Syarat dan Link Pendaftaran SPMB Sekolah Maung Jabar 2026 Jalur Prestasi |
|
|---|
| Hari Jadi PKS, Komisi II DPRD Jabar Ajak Masyarakat untuk Jalankan 3 Ketahanan di Skala Keluarga |
|
|---|
| Tanpa Baju, Gubernur Dedi Mulyadi Sapa Bobotoh di JPO Asia Afrika, Puji Persib Tim Profesional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/launching-program-Jawara-atau-Javaco.jpg)