Minggu, 3 Mei 2026

Ricuh May Day di Bandung

Dishub Bandung Segera Perbaiki Lampu dan Jaringan Optik yang Rusak Imbas Kericuhan di Simpang Dago

May Day di Bandung awalnya berlangsung aman hingga sore sebelum berubah ricuh pada malam hari di Dago Cikapayang.

Tayang:
Diskominfo Kota Bandung
Sejumlah fasilitas publik rusak akibat ulah sekelompok orang yang mencemari peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026. 

Pemerintah Kota Bandung pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang menjadi milik bersama. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada pemerintah, tetapi juga langsung memengaruhi kenyamanan serta keselamatan warga.

Di sisi lain, aparat kepolisian menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan fasilitas publik yang terjadi di Jalan Cikapayang. Para tersangka yang diamankan mayoritas masih berstatus pelajar.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa mereka positif mengonsumsi obat-obatan terlarang. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan tes urine, para tersangka berinisial MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21), dan HIS (20) diketahui menggunakan obat keras jenis tramadol.

"Ini sangat memprihatinkan, selain melakukan aksi anarkis, para tersangka ini diketahui di bawah pengaruh obat-obatan terlarang jenis Tramadol saat beraksi. Terkait temuan ini, kasusnya juga ditindaklanjuti oleh Ditresnarkoba Polda Jabar," ujar Hendra, Sabtu (2/5/2026)

Selain itu, polisi juga menemukan berbagai jenis psikotropika dari salah satu tersangka berinisial MRN. Barang bukti tersebut berupa butiran Alprazolam, Mersi, Euforis, dan Risperidon.

Tak hanya itu, aparat turut mengamankan sejumlah barang yang digunakan dalam aksi, termasuk dua bom molotov, bahan bakar bensin, serta atribut kelompok tertentu seperti bendera bertuliskan "Punk Football Hate Cops" dan stiker "Jaringan Konspirasi Sel-Sel Api".

Hendra menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan kelompok tertentu yang memanfaatkan para pelajar untuk melakukan aksi kekerasan tersebut.

"Kami akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait asal-usul obat-obatan tersebut dan motivasi di balik simbol-simbol perlawanan yang mereka bawa."

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya agar tidak terjebak dalam pusaran anarkisme dan narkoba," ucapnya.

 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved