Selasa, 2 Juni 2026

Grey Awards 2026: Batu Lompatan Seniman Muda Menuju Dunia Seni yang Lebih Luas

Grey Awards 2026 menjadi panggung penting bagi seniman muda untuk keluar dari kerumunan dan menembus medan seni yang lebih luas.

Tayang:
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
AWARDS - Grey Art Awards 2026 yang di ikuti oleh lintas seniman. 

Menurutnya, penyelenggaraan art award bukan perkara mudah karena membutuhkan biaya besar dengan kemungkinan balik modal yang kecil.

“Kalau galeri hanya berorientasi profit, mereka tidak akan mengadakan award seperti ini. Biayanya sangat besar dan sulit mendapatkan payback, apalagi pesertanya sebagian besar seniman yang belum dikenal,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu alasan mengapa ajang penghargaan seni masih jarang di Indonesia.

Ia mencontohkan bahwa bahkan dari pemerintah, hanya ada satu penghargaan seni rupa, yakni Basuki Abdullah Art Award. Sementara dari sektor swasta, kontribusi juga masih terbatas.

Padahal, menurut Wiyu, momentum perkembangan seni rupa Indonesia saat ini sedang berada di titik strategis.

Ia menyoroti meningkatnya perhatian institusi seni dunia terhadap kawasan Asia Tenggara.

Beberapa museum besar dunia seperti Centre Pompidou, Tate Modern, dan Museum of Modern Art  mulai melirik dan mengoleksi karya dari kawasan ini.

“Centre Pompidou bahkan memutuskan akan fokus mengoleksi karya seni rupa Asia Tenggara dan Eropa Timur, ini peluang besar,” ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat. Wiyu menyebut sekitar 70 persen pasar seni Asia Tenggara dikuasai oleh Indonesia, menjadikannya sebagai pemain utama di kawasan.

Oleh karena  itu, ia menilai penting untuk memperbanyak platform seperti Grey Awards sebagai upaya memperkenalkan seniman Indonesia ke panggung global. 

Menurutnya, momentum ini adalah kesempatan langka yang belum tentu terulang dalam waktu dekat.

“Kesempatan ini bisa dibilang emas, dalam 50 tahun belum tentu terjadi sekali. Makanya saya senang sekali bisa berpartisipasi di Grey Art Award, karena paling tidak kita bisa melakukan sesuatu, meramaikan dunia seni kita,” katanya.

Seniman muda, Fatih Jagad (26) keluar sebagai pemenang utama dan berhak atas hadiah sebesar Rp100 juta melalui karyanya berjudul “Dalam Sunyi Rakyat Mengingat”. 

Karya tersebut mengangkat lapisan kelam sejarah Indonesia yang kerap tersembunyi di balik narasi resmi, menghadirkan refleksi mendalam tentang ingatan kolektif dan luka yang tak selalu tampak.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved