Grey Awards 2026: Batu Lompatan Seniman Muda Menuju Dunia Seni yang Lebih Luas
Grey Awards 2026 menjadi panggung penting bagi seniman muda untuk keluar dari kerumunan dan menembus medan seni yang lebih luas.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Grey Awards 2026 menjadi panggung penting bagi seniman muda untuk keluar dari kerumunan dan menembus medan seni yang lebih luas
- Grey Awards 2026 hadir dengan tema “Monochrome as Manifesto”
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Grey Awards 2026 menjadi panggung penting bagi seniman muda untuk keluar dari kerumunan dan menembus medan seni yang lebih luas. Bagi seniman muda, panggung seperti ini bisa menjadi “tiket keluar dari kerumunan” menuju dunia seni yang lebih luas dan diakui.
Hal itu disampaikan juri Grey Awards 2026, Wiyu Wahono, yang menilai kompetisi seni bukan sekadar ajang seleksi karya, melainkan momentum krusial dalam membentuk perjalanan karier seorang seniman.
Menurutnya, di tengah padatnya ekosistem seni, banyak talenta potensial yang tenggelam tanpa visibilitas.
“Ajang seperti Grey Award penting sebagai pintu bagi seniman untuk keluar dari kerumunan dan mendapatkan visibilitas di medan seni yang lebih luas,” ujar Wiyu di Grey Art Braga, Jumat malam (10/4/2026).
Grey Awards 2026 sendiri hadir dengan tema “Monochrome as Manifesto”, sebuah pendekatan yang menempatkan monokrom bukan sekadar pilihan visual, tetapi sebagai sikap artistik.
Dalam tema ini, para peserta dibatasi hanya menggunakan spektrum hitam, putih, dan abu-abu.
Namun, batasan tersebut justru dimaknai sebagai ruang eksplorasi yang menuntut ketajaman gagasan dan keberanian berekspresi.
“Monokrom kami tempatkan sebagai medan uji, bagaimana visual hitam putih bisa menjadi sikap, pendirian, sekaligus statement dalam berkarya,” ujar Wiyu.
Antusiasme terhadap Grey Awards 2026 pun tergolong tinggi, sebanyak 931 karya dari lebih dari 700 seniman di seluruh Indonesia masuk melalui proses open call.
Dari jumlah tersebut, dewan juri menyeleksi sekitar 65 hingga 66 karya dari 60 seniman untuk dipamerkan dalam ajang ini.
Bagi Wiyu, keberadaan Grey Awards menjadi sesuatu yang langka sekaligus penting.
Ia menyebut ajang ini sebagai “batu lompatan” bagi seniman, terutama mereka yang baru lulus dan belum memiliki nama di pasar seni.
“Bisa dibilang jarang ya award tentang seni. Buat saya, ini satu batu lompatan. Terutama untuk seniman muda yang baru lulus untuk mencapai publik seni dan para apresiasi,” katanya.
Ia juga menyoroti besarnya komitmen penyelenggara dalam menghadirkan ajang ini, termasuk hadiah utama yang mencapai Rp100 juta.
| Goethe Laune Hadirkan Ragam Program Budaya, Bahasa, dan Peluang Karier ke Jerman |
|
|---|
| Gedung Sate dan Gasibu Siap Dipadukan, Pemprov Jabar Mulai Membangun Ruang Publik Nyaman |
|
|---|
| Dampak Pembangunan BRT, 36 Trayek Bus di Terminal Cicaheum Siap Dialihkan ke Leuwipanjang |
|
|---|
| Grey Awards 2026: Panggung Monokrom Sebagai Tiket Emas Seniman Muda Menuju Kancah Seni Global |
|
|---|
| Gudang Rongsok di Margaasih Bandung Terbakar Hebat, Material Plastik Persulit Proses Pemadaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Grey-Art-Awards-2026-yang-di-ikuti-oleh-lintas-seniman.jpg)