Selasa, 2 Juni 2026

Longsor Besar di Cisarua

Waspada! Material 15 Meter Menggantung di Lereng Burangrang, Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan

Badan Geologi peringatkan potensi tsunami tanah susulan di Cisarua. Material vulkanik tebal masih menggantung di puncak lereng.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
JALUR LONGSOR - Lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Badan Geologi peringatkan potensi tsunami tanah susulan di Cisarua. Material vulkanik tebal masih menggantung di puncak lereng. Warga wajib relokasi! 

Ringkasan Berita:
  • Sisa Material Masif: Terdapat tumpukan tanah pelapukan setebal 15 meter di bagian atas lereng.
  • Jalur Sudah Terbentuk: Jalur aliran (debris flow) yang sudah terbuka membuat material susulan akan meluncur lebih cepat menyerupai aliran air sungai yang deras.
  • Instruksi Evakuasi: Kawasan terdampak dinyatakan tidak layak huni.

TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan serius bagi warga di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ancaman bencana belum berakhir meski evakuasi terus berjalan.

Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi, Anjar Heri Waseso, mengungkapkan bahwa sisa material tanah vulkanik dalam volume masif masih tertahan di bagian atas lereng yang curam.

Jika hujan kembali mengguyur, material tersebut berpotensi meluncur menjadi "tsunami tanah" susulan.

Ancaman dari Puncak Lereng

Investigasi lapangan menunjukkan bahwa jalur aliran material (debris flow) sudah terbentuk sempurna.

Baca juga: Badan Geologi Ungkap Longsor Cisarua KBB Bukan Longsor Biasa Tapi Tsunami Tanah Setebal 15 Meter

Hal ini mempermudah sisa material di bagian atas untuk meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi.

"Potensi longsor susulan masih terbuka. Jalur aliran material telah terbentuk dan masih terdapat sisa material di bagian atas lereng," ujar Anjar, Selasa (27/1/2026).

Faktor Pemicu: Tanah Vulkanik 15 Meter

GUNUNG BURANGRANG - Grafis yang memperlihatkan peta longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 24 Januari 2026. Longsor ini menewaskan seratusan warga sipil dan TNI.
GUNUNG BURANGRANG - Grafis yang memperlihatkan peta longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 24 Januari 2026. Longsor ini menewaskan seratusan warga sipil dan TNI. (Istimewa)

Menurut Anjar, longsor Cisarua masuk dalam kategori aliran bahan rombakan (debris flow) yang memiliki daya rusak luar biasa karena tiga faktor mematikan:

Tanah Pelapukan Sangat Tebal: Di titik awal, ketebalan tanah vulkanik hasil pelapukan tercatat lebih dari 15 meter. Tanah ini bersifat sangat gembur dan mudah jenuh air.

Morfologi Ekstrem: Kemiringan lereng mencapai 30 hingga 40 derajat. Perbedaan ketinggian yang tajam menciptakan energi kinetik raksasa saat tanah bergerak.

Hujan di Atas Normal: Curah hujan di atas 200 milimeter per hari menyebabkan air terkonsentrasi di satu titik, memicu pengikisan (erosional) kuat yang menyambar apa pun di jalurnya.

Zona Merah: Wajib Relokasi Total

Melihat kondisi geologi yang sangat labil dan sisa material yang masih menggantung, Badan Geologi menegaskan bahwa area bekas longsoran sudah menjadi zona merah yang tidak layak huni.

“Kita harus tinggalkan itu. Kita harus relokasi daerah yang sudah terlanda sekarang ini. Nanti yang daerah ancaman akan kita buat delineasi kembali untuk menunjukkan daerah ancaman ke depan,” tegas Anjar.

Update Jumlah Korban Hingga Selasa

Korban yang berhasil dievakuasi dari balik lumpur longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bertambah.

Dari data di Posko Basarnas, hingga pukul 13.45 Selasa (27/1/2026), sudah ada 27 jenazah dari 43 kantung mayat telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved