Bandung Kembali Jadi Kota Termacet di Indonesia Versi TomTom Traffic Index 2025
Laporan tersebut menunjukkan, Bandung menjadi kota termacet ke-16 di dunia, kelima di Asia, dan pertama di Indonesia sepanjang 2025.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Ringkasan Berita:
- Kota Termacet: Bandung kembali menjadi kota termacet nomor satu di Indonesia dan peringkat 16 dunia.
- Statistik: Rata-rata kemacetan Bandung mencapai 64,91 persen dengan kecepatan hanya 18,5 km/jam.
- Peringkat Nasional: Jakarta menyusul di posisi kedua, diikuti oleh Medan, Palembang, dan Surabaya.
TRIBUNJABAR.ID - Bandung kembali menjadi kota termacet se-Indonesia berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025.
TomTom adalah perusahaan teknologi pemetaan yang setiap tahunnya merilis laporan mengenai tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia, termasuk Indonesia.
Berdasarkan TomTom Traffic Index yang dirilis pada Rabu (21/1/2026), laporan itu mengevaluasi kota-kota di berbagai negara berdasarkan waktu tempuh rata-rata, tingkat kemacetan, serta kecepatan kendaraan saat jam sibuk.
Laporan tersebut menunjukkan, Bandung menjadi kota termacet ke-16 di dunia sepanjang 2025.
Sementara di tingkat Asia, Bandung menempati posisi kelima. Lalu, di Indonesia, Bandung menduduki peringkat pertama.
Tercatat, Bandung memiliki tingkat rata-rata kemacetan sebesar 64,1 persen dan rata-rata kecepatan 18,5 km/jam.
Tingkat kemacetan sendiri adalah rata-rata waktu tambahan (dalam persen) yang hilang akibat kemacetan lalu lintas, dibandingkan dengan berkendara dalam kondisi lalu lintas lancar.
Baca juga: Rp100 Miliar Digelontorkan untuk Underpass, Jalan Gatot Subroto Cimahi Bakal Bebas Macet Akhir 2026
Sebelumnya, Bandung juga menjadi kota termacet se-Indonesia pada tahun 2024.
Sementara, di peringkat kedua kota termacet se-Indonesia adalah Jakarta dengan rata-rata kemacetan 64,1 persen dan rata-rata kecepatan 22,8 km/jam.
Jakarta sendiri menempati posisi ke-24 di dunia dan kedelapan di Asia.
Berikut adalah kota termacet di Indonesia berdasarkan TomTom Traffic Index 2025 selengkapnya:
1. Bandung
• Rata-rata kemacetan: 64,91 persen
• Kecepatan rata-rata: 18,5 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 4,6 km
• Waktu hilang per tahun: 129 jam
2. Jakarta
• Rata-rata kemacetan: 59,8 persen
• Kecepatan rata-rata: 22,8 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 5,7 km
• Waktu hilang per tahun: 125 jam
3. Medan
• Rata-rata kemacetan: 54,2 persen
• Kecepatan rata-rata: 18,8 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 4,7 km
• Waktu hilang per tahun: 132 jam
4. Palembang
• Rata-rata kemacetan: 52,7 persen
• Kecepatan rata-rata: 21,2 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 5,3 km
• Waktu hilang per tahun: 112 jam
5. Surabaya
• Rata-rata kemacetan: 43,7 persen
• Kecepatan rata-rata: 21,5 km/jam
• Jarak tempuh 15 menit: 5,4 km
• Waktu hilang per tahun: 94 jam
Baca juga: Jalan Terusan Exit Tol Soroja Soreang Bisa Makin Macet, Dibangun Separator Masih Ada Parkir
Baca artikel Tribunjabar.id lainnya di Google News.
| Pendaftaran SPMB 2026 Kota Bandung Sudah Dibuka, Tahap 1 Untuk Jalur Afirmasi dan Prestasi |
|
|---|
| Apakah Bisa Ganti Sekolah Setelah Daftar SPMB Kota Bandung 2026? Simak Penjelasannya |
|
|---|
| Jadwal Pasar Kreatif Bandung 2026 di 8 Mall, Mulai Hari Ini di PVJ |
|
|---|
| Erwin Bebas dari Kasus Hukum, Farhan Diskusi Matangkan Pembagian Tugas Wakil Wali Kota Bandung |
|
|---|
| Kurikulum Cambridge Jadi Pembeda Sekolah Maung di SMAN 5 Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/20251011_GANI_Macet_Jalan_Djunjunan_02.jpg)