Jalan Terusan Exit Tol Soroja Soreang Bisa Makin Macet, Dibangun Separator Masih Ada Parkir
Keberadaan separator jalan yang terpasang di sepanjang Jalan Terusan Exit Tol Soroja, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung bisa bikin macet.
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Kisdiantoro
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bandung membangun separator jalan di sepanjang Jalan Terusan Exit Tol Soroja.
- Alasannya, kasus kecelakaan di kawasan Jalan Terusan Exit Tol Soroja terbilang tinggi.
- Warga merespons, keberadaan separator itu justru akan menyebabakan kemacetan.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keberadaan separator jalan yang terpasang di sepanjang Jalan Terusan Exit Tol Soroja, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya banyak yang mengira keberadaan separator jalan tersebut, malah membuat macet hingga mengganggu arus lalu lintas. Terutama yang melaju dari Kompleks Pemkab Bandung menuju ke Tol Soroja.
Menanggapi hal tersebut, PPTK Jalan PUTR Kabupaten Bandung, Agung Priatna menjelaskan, pemasangan separator jalan di kawasan itu bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sebab berdasarkan kajian pihaknya, kasus kecelakaan di kawasan Jalan Terusan Exit Tol Soroja terbilang tinggi. Di tambah parkir liar di kawasan itu juga sudah menjamur dan mengganggu arus lalu lintas.
"Nah, kami membuat jalur lambat di sana untuk mengamankan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki atau penyeberang jalan," ujarnya kepada Tribun Jabar, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Fakta Baru Misteri Batu Diduga Prasasti di Bandung, Tulisan Diukir Pakai Obeng
Diharapkan, pemasangan separator jalan di kawasan itu juga membuat para pelaku usaha di Jalan Terusan Exit Tol Soroja menyediakan kantong parkir secara mandiri, sehingga tidak ada yang parkir di bahu jalan.
"Iya, ini juga untuk menekan parkir liar. otomatis pengusaha di tempat itu harus juga membuat kantong-kantong parkir sendiri. Jadi si pengusaha-pengusaha itu membuat lahan parkirnya sendiri," katanya.
Terpantau Tribun Jabar di lokasi, separator jalan yang berada di kiri digunakan untuk jalur lambat.
Sedangkan di bagian kananya, digunakan untuk jalur cepat, sehingga para pengendara dapat melaju dengan bebas.
Terlihat jalur dari arah Komplek Pemkab Bandung dibangun sepanjang 1,5 kilometer. Jalur lambat dibangun dengan lebar 4 meter dan untuk jalur cepat memiliki lebar sekitar 7 meter.
Meskipun begitu di lapangan, pengendara roda dua ataupun roda empat masih terlihat ada yang memakirkan kendaraannya di bahu jalan.
Bahkan masih ada pedagang yang berjualan di jalur lambatnya bukan di trotoar.
Dengan adanya hal itu, Agung mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Satpoll PP, Dishub, hingga kepolisian untuk menertibkan pengendara yang masih nekat parkir di jalur lambat.
"Untuk ke depannya, kami akan koordinasi dengan Dishub Kabupaten Bandung terkait rambu dan akan dipasang rambu-rambulah, sebagai penunjang di kawasan tersebut juga," ucapnya.
| WNA China Jadi Korban Begal di Solokanjeruk Bandung saat Merokok di Pinggir Jalan |
|
|---|
| Strategi Distan Kabupaten Bandung Jamin Kesehatan Hewan Kurban: Optimalkan 10 Puskeswan Keliling |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, Distan Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Kabupaten Bandung |
|
|---|
| Penyembelihan Hewan Kurban di Kabupaten Bandung Diprediksi Naik 15 Persen pada Iduladhan 2026 |
|
|---|
| Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Disebut Mahal, Pengelola Adu Mulut dengan Warga di Hadapan Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Separator-Jalan-di-Soreang-Bandung.jpg)