Kamis, 7 Mei 2026

Fasilitas Kesehatan Kota Cimahi Siaga Super Flu Meski Masih Nihil Kasus

Dinkes Kota Cimahi telah menginstruksikan fasilitas kesehatan termasuk puskesmas untuk siaga terhadap ancaman super flu.

Tayang:
Dok. Tribun Jateng
SUPER DLU -Ilustrasi super flu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi telah menginstruksikan fasilitas kesehatan termasuk puskesmas untuk siaga terhadap ancaman super flu (Infuluenza A Subvarian H3N2 subclade K). 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Kota Cimahi telah menginstruksikan fasilitas kesehatan termasuk puskesmas untuk siaga terhadap ancaman super flu 
  • Dinkes telah menyiapkan langkah penanganan prioritas terhadap pasien dengan gejala super flu
  • Sejauh ini belum ada kasus super flu yang terkonfirmasi di Kota Cimahi
  • Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman super flu yang memiliki karakteristik penularan yang agresif

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi telah menginstruksikan fasilitas kesehatan termasuk puskesmas untuk siaga terhadap ancaman super flu (Infuluenza A Subvarian H3N2 subclade K).

Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan prioritas terhadap pasien dengan gejala super flu.

"Kita sudah menyiagakan rumah sakit dan puskesmas. Untuk layanan di Puskesmas dan RS itu sudah ditriase," kata Mulyati, Senin (12/1/2026).

Mulyati memastikan, belum ada kasus super flu yang terkonfirmasi di Kota Cimahi.

"Sampai saat ini tidak ada kasus yang terlaporkan di Kota Cimahi," ungkapnya.

Baca juga: Kasus Super Flu di Jabar Terdeteksi Sejak Agustus 2025, Tapi Trennya Terus Menurun

Dia mendorong warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman super flu yang memiliki karakteristik penularan yang agresif.

Apalagi, sudah ada 10 kasus super flu yang ditangani di RSHS Bandung dengan satu kasus meninggal dunia.

"Varian ini bukan sekadar flu biasa, karakteristik utama dari super flu adalah kemampuannya menyebar dengan sangat cepat di tengah populasi. Kita perlu waspada dan tidak boleh menyepelekan virus ini," tegasnya.

Mulyati menambahkan, anak-anak usia balita, ibu hamil, orang dengan komorbid, dan lansia menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi saat terinfeksi super flu.

"Data menunjukkan sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan anak-anak usia balita," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Tags
super flu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved