Sabtu, 25 April 2026

BPBD Jabar Siaga Dampak Bibit Siklon Tropis 93S, Ini Wilayah yang Rawan dan Perlu Perhatian Khusus

Berdasarkan amatan BMKG, keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis. 

istimewa
ILUSTRASI CUACA EKSTREM - Kondisi wilayah yang terkena bencana longsor di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis akibat cuaca ekstrem, Kamis (14/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, memastikan setiap daerah sudah memiliki pos komando siaga, sebagai upaya mitigasi bencana.

Berdasarkan amatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis

Siklon tropis adalah sistem cuaca bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan hangat wilayah tropis, ditandai dengan angin kencang yang berputar mengelilingi pusat badai. Sampak siklon tropis terhadap cuaca cukup signifikan, antara lain hujan lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor.

Sistem tersebut mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di wilayah Samudra Hindia, sebelah selatan Bali–Nusa Tenggara Barat. Hingga Jumat 19 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di koordinat 12,5 derajat LS dan 108,8 derajat BT, sebelah selatan Jawa Barat.

Baca juga: BMKG Deteksi Dampak Siklon Tropis, Ancaman Hidrometeorologi Mengintai Jabar Jelang Akhir Tahun

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, berbagai upaya mitigasi bencana sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu, mulai dari penetapan siaga darurat bencana di 27 Kabupaten/Kota hingga mendirikan pos komando siaga di tingkat daerah hingga kewilayahan.

“Pos komando siaga juga berbarengan dengan persiapkan posko nataru sampai dengan tingkat kewilayahan, kecamatan, desa dan kelurahan, itu sebenarnya kita sudah siap-siagakan,” ujar Teten, Jumat (19/12/2025).

Dikatakan Teten, kajian risiko bencana di beberapa tempat juga sudah dilakukan dan menghasilkan peringatan, termasuk kejadian cuaca ekstrim di Sukabumi.

“Itu Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ya, meskipun kerugian-kerugian lain adalah ya, misalnya rumah terendam segala macam, karena itu memang memerlukan mitigasi struktural yang komprehensif,” katanya. 

Adapun daerah yang memiliki kontur tanah rawan dan perlu perhatian khusus adalah Sukabumi, Bogor, Cianjur, Garut dan Pangandaran. 

“Kita sebetulnya sudah lebih intens lagi sekarang dan juga penetapan titik-titik kumpul jalur-jalur evakuasi sudah kita sampaikan juga sampai ke teman-teman kewilayahan, termasuk kesiapsiagaan aparaturnya. Mudah-mudahan ini tidak benar-benar berdampak negatif ke Jawa Barat,” ucapnya.

Teten pun mengimbau kepada masyarakat agar menjaga alam, karena bencana tidak bisa dihindari, tapi bisa diminimalisir dampaknya. 

Baca juga: Bahaya Siklon Bakung Mengintai Sepekan ke Depan, BMKG Peringatkan Jawa, Bali, dan NTT

“Kenali lingkungan potensi bencana di lingkungan anda, karena apabila mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing, maka kita akan tahu sebetulnya kita harus melakukan mitigasi dan melakukan langkah-langkah strategis apa saja dan yang berikutnya adalah selalu update informasi dari portal resmi kita, jangan termakan hoax, jangan panik, kemudian siap-siagakan tas siaga bencana,” katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved