Selasa, 21 April 2026

Getaran Misterius di Cirebon hanya Terekam 1 Sensor, BMKG: Belum Bisa Dipastikan

Dari empat sensor yang tersebar di wilayah sekitar Cirebon, hanya satu sensor yang merekam getaran misterius tersebut

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/Tangkapan Layar
EFEK GETARAN - Getaran misterius yang mengguncang warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ternyata tak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga meninggalkan jejak kerusakan di dalam rumah warga. Dari video yang diterima Tribun, terlihat jelas dampak guncangan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Getaran misterius di Desa Cipanas, Dukupuntang, Cirebon hanya terekam oleh satu sensor BMKG di Pasawahan, Kuningan.
  • Data menunjukkan sumber getaran diperkirakan berjarak sekitar 10 km dari sensor, namun belum bisa dipastikan penyebabnya.
  • BMKG belum dapat memastikan apakah getaran berasal dari gempa lokal, aktivitas geotermal, atau gunung api.
  • Fenomena ini menimbulkan kerusakan di sejumlah rumah, seperti plafon runtuh, kusen copot, dan retakan dinding.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Terungkap! Getaran misterius yang sempat membuat panik warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ternyata hanya terekam oleh satu sensor milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Meski begitu, hingga kini sumber getaran tersebut masih belum bisa dipastikan.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil pemantauan, getaran terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.22 WIB.

Baca juga: Warga Cirebon Dikejutkan Getaran Misterius, Plafon Rumah Rontok Hingga Kusen Terlepas

“Pada waktu tersebut, sensor BMKG di Pasawahan, Kuningan (PKJM) mencatat adanya getaran. Namun sinyal yang terekam sangat kecil dan tidak terdeteksi oleh tiga sensor lainnya,” ujar Teguh saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, dari rekaman gelombang P dan S pada sensor tersebut ditemukan selisih waktu sekitar tiga detik yang menjadi petunjuk awal lokasi sumber getaran.

“Berdasarkan data tersebut, diperkirakan sumber getaran berada pada jarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi sensor,” ucapnya.

Namun demikian, keterbatasan data membuat BMKG belum bisa menarik kesimpulan pasti.

Pasalnya, dari empat sensor yang tersebar di wilayah sekitar Cirebon, yakni di Jatiwangi (Majalengka), Pasawahan (Kuningan), Astanajapura dan Pabuaran, hanya satu sensor yang merekam kejadian tersebut.

“Karena hanya satu sensor yang mencatat, sistem belum bisa melakukan pemrosesan analisis secara menyeluruh,” jelas dia.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah getaran tersebut merupakan aktivitas gempa lokal atau berasal dari sumber lain.

“Kami belum dapat memastikan apakah getaran ini merupakan aktivitas seismik lokal atau berasal dari sumber lain seperti aktivitas geotermal maupun gunung api,” katanya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.

Baca juga: Getaran Misterius Berulang Kali Terasa di Cipanas Cirebon, Warga Panik Keluar Rumah

Sementara itu, fenomena getaran misterius ini masih menjadi perhatian warga.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved