Kamis, 21 Mei 2026

Aula Barat dan Aula Timur ITB Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional, Punya Nilai Sejarah Besar

Ada beberapa hal menjadikan Aula Barat dan Aula Timur ITB diprioritaskan statusnya sebagai cagar budaya peringkat nasional

Tayang:
ISTIMEWA/ DOK. HUMAS ITB untuk TribunJabar.id
AULA ITB - Suasana Aula Barat ITB di Jalan Ganesa, Kota Bandung, Senin (13/10/2025). 

Rancangan arsitektur bangunan tersebut dibuat oleh Maclaine Pont di Utrecht, Belanda, pada 1918, dan proses pembangunannya berlangsung selama satu tahun.

Ia membuat rancangan Aula Barat dan Timur TH dengan konsep east meets west, sebagai sintesis dari arsitektur modern (Barat/Belanda) dengan arsitektur yang berakar di Hindia Belanda (Pribumi/Lokal Nusantara) 

Baca juga: Dosen Kimia ITB Sebut Tak Ada Masalah dalam Pencampuran Etanol di BBM, Emisi Lebih Bersih

Pont merancang keseluruhan lahan yang akan digunakan sebagai kampus THS tersebut, dan meletakkan beberapa bangunan berdasarkan konsep sumbu utara-selatan yang berorientasi ke arah Gunung Tangkuban Parahu. 

Posisi Aula Barat dan Aula Timur ITB berada di area depan, di samping kiri dan kanan gerbang masuk yang berfungsi sebagai gedung perkuliahan dilengkapi aula yang luas serta fleksibel.

Selain itu, langgam bangunan Aula Barat dan Aula Timur ITB juga dikenal dengan istilah arsitektur Indo Eropa (Indo-Europeesche) atau Indis Tropis (Tropische Indisch).

Keberhasilan Pont dalam memadukan tradisi Timur dan Barat dapat dirasakan pada seluruh bagian bangunan, baik dari segi eksterior maupun interior bangunan.

Bagian eksterior yang sangat menonjol ialah pada bagian atap yang memiliki bentuk menyerupai atap rumah tradisional suku Batak dan Minangkabau di Sumatra yang menggunakan material penutup atap berupa sirap.

Ada pula yang menyebutkan atap tersebut seperti rumah tradisional suku Sunda 'Capit Gunting', tetapi apabila diperhatikan secara seksama kemiripan itu tidak menghasilkan bentuk yang eklektik, karena justru menjadi bentuk yang baru dan khas. 

Baca juga: Memilukan! Pemulung Asal Tasikmalaya Ditemukan Tak Bernyawa di Taman ITB Jatinangor

Dinding luar bangunan terdiri atas susunan batu kali dan pasangan batu bata di atasnya, sedangkan bagian bawah dinding dapat ditemukan beberapa lubang udara, termasuk dinding bagian atas yang merupakan sistem ventilasi silang yang membuat udara di dalam ruangan dapat mengalir dan memberi penghawaan yang sejuk.

Selasar terbuka yang ditopang kolom-kolom besar dari batu kali, hadir di sekeliling bangunan yang berfungsi sebagai penghubung antar bangunan juga ruang transisi agar terik matahari tidak langsung masuk ke dalam bangunan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved