Minggu, 19 April 2026

Keracunan MBG di Bandung Barat

UPDATE Keracunan MBG di Bandung Barat: 43 Orang Masih Dirawat di RSUD Cililin

Pasien yang datang akibat keracunan ini mayoritas mengeluhkan mual, sakit perut, dan ada beberapa yang keram, kejang, hingga sesak napas.

muhamad nandri prilatama/tribun jabar
TUNGGU ANAK - Iyan (40) warga Cihampelas terpaksa tak bekerja hari ini demi menjaga anaknya Adisa Nuraeni, siswi SMK 1 Cihampelas yang mengalami keracunan dari masakan makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya pada 24 September 2025. Anaknya tengah mendapatkan perawatan di RSUD Cililin, Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktur Utama RSUD Cililin, Neng Siti Djulaeha memperbaharui data terkini hingga sore tadi untuk pasien siswa keracunan yang dirawat di RSUD Cililin ada sebanyak 43 orang, Kamis (25/9/2025).

Neng Siti menyampaikan bahwa secara total pasien siswa keracunan yang datang sejak 22 hingga 24 September 2025 berjumlah 173 orang, dengan rincian pada 22 September ada 41 pasien, terdiri daei rawat jalan lima orang dan rawat inap 36 orang. 

"Dari 36 pasiem ini 32 pasien di antaranya sudah pulang dan empat pasien masih dirawat," katanya.

Baca juga: Buntut Maraknya Kasus Keracunan MBG, Bupati Bandung Akan Gelar Forum

Kemudian, untuk 24 September 2025, Neng Siti menyebutkan ada 132 orang yang datang dengan sebanyak 83 orang rawat jalan dan 47 orang rawat inap, serta dua orang sedang diobservasi di IGD.

"Dari 47 pasien yang dirawat, delapan orang sudah pulang dan sisanya 39 orang masih dirawat, sehingga jika ditotal yang masih dirawat di RSUD Cililin hingga hari ini jumlahnya 43 orang," katanya.

Lebih lanjut, Siti mengatakan pasien yang datang ini mayoritas mengeluhkan mual, sakit perut, dan ada beberapa yang keram, kejang, hingga sesak napas. Mereka dirawat sesuai gejala yang dirasakannya, seperti mendapat infusan, obat anti mual, anti nyeri, hingga ada yang diberikan oksigen karena sesak napas.

"Kami tetap siaga dengan mempersiapkan semua obat-obatan, menyiapkan barang habis pakai, termasuk sarana prasarana dan SDM-nya. Alhamdulillah ketersediaan obat aman. Kami harap tak ada penambahan pasien dan tak ada yang harus di ICU. Ada tiga tempat tidur di ruang ICU yang kami persiapkan," ujarnya.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved