Data Stunting di Bandung Barat Berbasis SGGI Dinilai Tak Akurat, Ini Kata Dinkes KBB
Pemkab Bandung Barat terus melakukan berbagai upaya untuk mengintervensi angka kasus stunting sepanjang tahun 2024.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Angka stunting atau tengkes di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berada di angka 30,8 persen. Data dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kesehatan) itu dinilai tidak akurat.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bandung Barat Enung.
"Itu metode surveinya sampling, jadi kalau di Bandung Barat lokasi yang disurvei balita pendek maka hasilnya akan tinggi. Itu jelas tidak menggambarkan realitas," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bandung Barat Enung, Rabu (17/9/2025).
Enung mengungkapkan data kasus stunting di Bandung Barat berada di angka 4,95 persen. Data tersebut diambil dari aplikasi Elektronik-Pencatatan Dan Pelaoran Gizi Berbasis Masyarakat (e-Ppgbm) yang mencatat laporan pengecekan balita dari seluruh Puskesmas Bandung Barat.
"Jadi di e-Ppgbm itu 4,95 persen dan itu ada data by name by adresnya seluruh balita KBB," ungkapnya.
Baca juga: Bidik 3 Poin Lawan Lion City, Lucho Paham Keinginan Bobotoh: Kami Selalu Kerahkan yang Terbaik
Pemkab Bandung Barat terus melakukan berbagai upaya untuk mengintervensi angka kasus stunting sepanjang tahun 2024. Mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) bagi 300 balita dan 200 ibu hamil, PMT Lokal bagi balita 1.740 anak dan 1.127 ibu hamil, dan pemberian telur ayam (Pelita Bening) 33.093 anak hingga 1.242 ibu hamil.
"Kalau dari kita Dinkes terutama bidang Kesmas itu kita melakukan intervensi spesifik. Itu tadi dengan memberikan makanan tambahan. Terus kalau balita ada risiko sakitnya ya dirujuk, jadi kita sudah melakukan itu semua," ujarnya.
Berdasarkan hasil survei SGGI 2024, angka stunting di Bandung Barat berada di angka 30,8 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 25,10 persen.
Angka 30,8 persen membuat Bandung Barat menjadi wilayah paling tinggi dalam kasus stunting di Jawa Barat. Angka itu diikuti berturut-turut oleh Kota Cimahi 22,3 persen, Kabupaten Bandung 24,1 persen, Kota Bandung 22,8 persen, dan Kabupaten Kuningan 22,7 persen. (*)
| Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx |
|
|---|
| Nisya Ahmad Dorong Pengawasan Pemerintahan dan Penanganan Stunting di Cileunyi |
|
|---|
| Wujudkan Transparansi Pemerintahan, Kemenkum Jabar Finalisasi Penyusunan Raperbup Inspektorat KBB |
|
|---|
| Sekda Jateng Dorong Percepatan Penyusunan RUU Satu Data Indonesia |
|
|---|
| UNWO dan Al-Irsyad Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor Cisarua KBB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/stunting-tinggi-badan-anak-di-bawah-rata-rata_20180722_174057.jpg)