Sabtu, 25 April 2026

Strategi Digital Nadya Amatullah: Sukses Bawa Brand Lokal Bandung Lewat E-commerce

Nadya Amatullah Nizar sukses membawa busana muslim Nadjani dengan membuka toko di e commerce

|
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Siti Fatimah
BUSANA MUSLIM - Nadya Amatullah Nizar (kiri) mengusung konsep busana muslim dengan motif printing penuh warna, Menggunakan nama Nadjani, brand lokal asal Bandung ini sukses di pasar modest fashion di Indonesia dengan membuka toko online di Shopee dan mulai merambah bisnis ke luar negeri dengan memanfaatkan program Ekspor Shopee. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Langkah berani Nadya Amatullah Nizar mengusung konsep busana muslim dengan motif printing penuh warna ternyata membuahkan hasil. Desain yang banyak terinspirasi dari alam ini mendapat sambutan luar biasa dari konsumen pengguna busana muslim.

Desain yang full colour ini membawa perempuan asal Bandung ini sukses menjadi salah satu pebisnis busana muslim tanah air yang dikenal produknya di Indonesia, bahkan sudah merambah ke sejumlah negara di dunia.

Seperti diketahui, Industri busana muslim Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat hingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu  produsen busana muslim terbesar di dunia.

Namun, di balik angka pertumbuhan yang mengesankan tersebut, tantangan besar muncul dari membanjirnya produk impor yang menguasai pasar domestik.

Hal ini pula yang dirasakan oleh Nadya yang memiliki brand busana muslim "Nadjani".

Meski gempuran produk impor masuk ke Indonesia, lulusan Fikom Unpad ini masih optimis industri modest fashion di Indonesia masih akan tetap tumbuh dengan tetap berinovasi mengikuti trend pasar.

"Alhamdulillah sampai saat ini, produk Nadjani masih diminati bahkan sudah banyak pembeli dari Malaysia, Singapura, dan belum lama ini mulai ada peminat dari Eropa, terutama Swiss," kata Nadya ditemui di tempat produksi Nadjani di Cigadung, Bandung.

Sebagai salah satu pebisinis busana muslim yang terbilang sukses, Nadya mengaku prosesnya cukup panjang.

Ia yang berlatar belakang pendidikan Fikom berani mengambil langkah mencoba bisnis busana muslim karena kecintaannya pada dunia desain.

Dengan modal awal yang tidak terlalu besar, Ia mulai membuat desain busana muslim dengan motif full colur dan menjualnya pada kegiatan bazar.

Ternyata sambutan konsumen sangat antusias dan menumbuhkan semangat untuk lebih serius menggeluti bisnis ini.

"Akhirnya saya meminjam modal pada mertua dan mulai serius memproduksi busana muslim dibawah bendera Nadjani," katanya.

Nadjani kini sudah berkembang pesat dan tidak hanya memproduksi pakaian atasan saja, tapi juga sudah memproduksi jaket, gamis, bawahan seperti kulot, outer, dan sebagainya.

Bahkan jaket menjadi salah satu produk yang banyak diminati konsumen.

Motof printing warna-warni, kini menjadi ciri khas produk Nadjani yang kini sudah memilik tiga offline store yakni di Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved