Kamis, 9 April 2026

Kuliner Bandung: Gurihnya Menikmati Mie Baso Pangsit Legend MS by Mas Miskam

Kehadiran Mie Baso Pangsit Legend MS by Mas Miskam menjadi warna baru di tengah ramainya persaingan kuliner bakmi dan bakso

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
MIE BASO PANGSIT - Kehadiran Mie Baso Pangsit Legend MS by Mas Miskam menjadi warna baru di tengah ramainya persaingan kuliner bakmi dan bakso di Kota Bandung. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Kehadiran Mie Baso Pangsit Legend MS by Mas Miskam menjadi warna baru di tengah ramainya persaingan kuliner bakmi dan bakso di Kota Bandung.

Meski membawa nama baru, sosok di baliknya, Mas Miskam, sudah lama dikenal sebagai peracik mie baso pangsit yang malang melintang sejak akhir 1980-an.

Mas Miskam mengatakan, konsep yang diusung dalam usahanya kali ini tetap berpegang pada kesederhanaan rasa. 

Ia tidak mengikuti tren penyajian yang berlebihan, melainkan mempertahankan karakter dasar mie dan kuah agar tetap “bersih” di lidah.

“Bakmi kita enggak lebay, kuahnya nggak berminyak, nggak enek. Kita juga nggak pakai saus yang bisa mengubah rasa asli,” ujar Mas Miskam saat ditemui di Braga 8, Jalan Cikapundung, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Warung Baso Cepot, Kuliner Mi Artisan di Tasikmalaya dengan Konsep Prasmanan Gara-gara Covid-19

Pendekatan tersebut terlihat dari penyajian menu yang cenderung sederhana. 

Dalam satu mangkuk mie yamin komplit, misalnya, pelanggan akan menemukan perpaduan mie, bakso kecil, bakso gepeng, dan pangsit rebus tanpa tambahan topping yang berlebihan. 

Ketika dinikmati, rasa gurih kuah kaldu begitu terasa di setiap sendoknya.

Dari sisi tekstur, mie yang disajikan memiliki ciri khas tersendiri. 

Mas Miskam menjelaskan, mie dibuat dengan ukuran sekitar 1 milimeter, sehingga terasa lebih padat dan kenyal. 

Saat diangkat, helaian mie tidak mudah putus, memberikan pengalaman makan yang berbeda dibanding mie pada umumnya.

Proses memasaknya pun tidak membutuhkan waktu lama. 

“Rebusnya sekitar 3 sampai 4 menit saja, nggak terlalu lama, tapi cukup untuk dapat tekstur yang pas,” katanya.

Baca juga: Cuaca Bandung sedang Dingin, Cocok Cicipi Kuliner Legendaris Mie Kocok Mang Nanang

Keunikan lain terletak pada proses produksi yang masih dilakukan secara manual. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved