Tren Kuliah 2026: Jurusan Bisnis dan Creative Entrepreneurship Paling Diminati di Binus Bandung
Kekhawatiran orang tua terhadap masa depan karier anak di tengah perubahan teknologi memicu perguruan tinggi untuk berinovasi.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kekhawatiran orang tua terhadap masa depan karier anak semakin besar saat memilih perguruan tinggi. Terlebih, perubahan dunia kerja yang cepat dan munculnya banyak profesi baru, kampus dinilai tak lagi cukup hanya menawarkan pembelajaran akademik.
Head of Psychology Department BINUS University, Esther Widhi Andangsari, mengatakan keputusan memilih jurusan dan kampus kini kerap menjadi tekanan tersendiri bagi calon mahasiswa.
Menurutnya, lulusan sarjana yang tidak mendapat pekerjaan berisiko mengalami tekanan psikologis, mulai dari merasa tidak berharga hingga kehilangan rasa percaya diri.
"Kalau ada lulusan S1 yang tidak mendapatkan pekerjaan, pasti menjadi beban psikologis. Mereka bisa merasa tidak berdaya, bahkan menganggap hidupnya tidak berguna karena karier dipandang sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup," ujar Esther, saat ditemui di Binus Bandung Dago Kampus, Jumat (8/5/2026).
Ia menilai kondisi tersebut menjadi alasan mengapa calon mahasiswa perlu lebih cermat menentukan bidang studi dan kampus.
Bukan hanya soal hard skill, kata Esther, perguruan tinggi juga harus membekali mahasiswa dengan pengalaman dan kompetensi nonteknis yang mendukung kesiapan kerja.
"Perguruan tinggi harus memberi pengalaman belajar dan soft competency terkait employability. Setelah lulus, mahasiswa akan masuk ke dunia kerja yang tantangannya terus berubah," katanya.
Kekhawatiran orang tua ini bukan tanpa dasar. Esther mengatakan, sekitar 35-36 persen pemuda di Indonesia masih bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki.
Sementara itu, laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan global akan berubah pada 2030 akibat perkembangan teknologi dan transformasi industri.
Campus Director BINUS Bandung, Johan Muliadi Kerta, mengatakan perguruan tinggi dituntut beradaptasi dengan kebutuhan industri yang semakin lintas disiplin.
Ia menyebut dunia kerja saat ini semakin borderless, sehingga kebutuhan kompetensi tidak lagi berdiri sendiri.
"Industri sekarang sangat beragam. Kompetensi juga bercampur, tidak lagi satu bidang saja. Karena itu kampus harus berinovasi agar lulusannya siap masuk ke dunia kerja yang dinamis," ujar Johan.
Dikatakan Johan, untuk menjawab tantangan tersebut, BINUS menerapkan model pembelajaran multidisiplin.
"Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapat kesempatan mengikuti program enrichment melalui tujuh jalur, seperti entrepreneurship, riset, sertifikasi kompetensi, hingga studi ke luar negeri," tuturnya.
| Razia Gabungan Lapas Banceuy Bandung: Petugas Sita Gulungan Kabel hingga Ponsel |
|
|---|
| Razia Kamar Lapas Perempuan Bandung, Petugas Sita Speaker, Obeng, hingga Alat Cukur |
|
|---|
| Motor Karyawan Apotek di Cimencrang Bandung Raib: Pelaku Terekam CCTV, Polsek Panyileukan Selidiki |
|
|---|
| Target Pajak Bandung 2026 Naik Jadi Rp3,6 Triliun, Sektor Properti dan Kendaraan Jadi Tumpuan |
|
|---|
| DPRD Dorong Penambahan Armada Penanganan Pohon Rawan Tumbang di Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Campus-Director-BINUS-Bandung-Johan-Muliadi-K.jpg)