70 Tahun Prof Hermawan K Dipojono: Dedikasi Membina Generasi
Dedikasi tanpa henti Prof. Hermawan atau yang akrab disapa Mas Her dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan
Ringkasan Berita:
- Kegiatan 70 Tahun Kiprah Prof Hermawan K Dipojono di Masjid Salman ITB
- Dedikasi Prof Hermawan sebagai guru besar
- Kesaksiaan para tokoh dari menteri hingga rektor yang pernah jadi murid Prof Hermawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ruang Utama Masjid Salman ITB menjadi saksi bisu penghormatan mendalam bagi salah satu putra terbaik bangsa. Pada Minggu (5/4/2026), digelar sebuah perhelatan khidmat bertajuk "70 Tahun Kiprah Prof Hermawan K Dipojono untuk Peradaban".
Acara ini dihadiri oleh deretan tokoh nasional, akademisi lintas generasi, serta aktivis sosial.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Masjid Salman ITB dan Rumah Amal Salman ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi tanpa henti Prof. Hermawan atau yang akrab disapa Mas Her dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan dan gerakan sosial keummatan selama tujuh dekade.
Bagi komunitas akademik dan aktivis, Mas Her bukan sekadar guru besar.
Mas Her dipandang sebagai sosok multidimensi yang berhasil mengawinkan kedalaman ilmu pengetahuan dengan ketulusan dakwah.
Selama ini, kiprahnya dinilai sangat krusial dalam membina karakter mahasiswa serta menggerakkan roda dakwah di lingkungan kampus.
Di usia 70 tahun, Hermawan K Dipojono terus menunjukkan dedikasinya dalam membangun peradaban melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan pengabdian di masjid.
Pada sesi Special Talk, Hermawan berterima kasih atas kesan baik yang ia terima dari para rekan sejawat sekaligus relasi dosen di kampus.
Ia kemudian membagikan prinsip hidup yang dipegangnya, yakni berlandaskan pada pengabdian diri sepenuhnya kepada Sang Cipta.
Ia mengaku pernah mendapat tawaran yang menggiurkan, tentang menempati jabatan stuktural di kampus, akan tetapi pilihannya terpusat pada berkhidmat di Masjid Salman ITB.
“Saya jawab, ‘Pak, saya takut dimarahi Allah.’ Saya ingin terus berkhidmat di masjid sebagai ungkapan terima kasih saya kepada Allah,” tuturnya.
Keputusan tersebut bukan berarti merendahkan jabatan-jabatan di kampus, rekan-rekannya di kampus yang menjabat juga tetap mulia, mereka mengabdi, akan tetapi cara pengabdian Mas Her berfokus pada berkhidmat di masjid.
Hal ini juga yang mendorongnya kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri di Masjid Salman ITB setelah menyelesaikan studi doktoral di Amerika Serikat.
Ia mengaku terinspirasi oleh sosok Imaduddin Abdulrahim dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan peradaban.
Mendiktisaintek dan Rektor ITB Apresiasi Dedikasi Guru Besar ITB untuk Peradaban
| 'Human Error' Jadi Celah, Akademisi ITB Soroti Lemahnya Kesadaran Keamanan Siber di Indonesia |
|
|---|
| Edukasi Safety Riding Warnai School Roadshow “Honda Safety Generation 2026” di SMAN 12 Bandung |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Dorong Rotan Cirebon Masuk Daftar Indikasi Geografis demi Lindungi Kekhasan Daerah |
|
|---|
| Axioo Hadirkan Axioo Pongo Creator Club di Bandung Bersama Planet Computer |
|
|---|
| Optimalkan Koordinasi Pusat-Daerah, Kemenkum Jabar Dukung Analisis Kebijakan Pola Hubungan Instansi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Prof-Hermawan-K-Dipojono.jpg)