Senin, 8 Juni 2026

70 Tahun Prof Hermawan K Dipojono: Dedikasi Membina Generasi

Dedikasi tanpa henti Prof. Hermawan atau yang akrab disapa Mas Her dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/dok rumah amal salman
MAS HER - Prof Hermawan K Dipojono atau biasa disapa Mas Her pada acara “70 Tahun Kiprah Prof. Hermawan K. Dipojono untuk Peradaban” yang digelar di Masjid Salman ITB. 

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini dihadiri sekitar 100 undangan.

Selain tokoh dan para aktivis tadi, hadir pula para keluarga, sahabat, serta para murid lintas generasi. 

Apresiasi yang mengemuka dalam acara tersebut terasa istimewa karena datang dari para muridnya sendiri yang kini memegang peran penting di tingkat nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengenang bagaimana peran sang guru membentuk arah hidupnya tidak terlepas dari doa serta bimbingan sang guru.

Brian Yuliarto, menyampaikan apresiasi atas peran Mas Her dalam perjalanan hidupnya.  

Ia yang juga merupakan murid Prof. Hermawan  menuturkan, arah karier dan perkembangan pribadinya tidak lepas dari doa serta bimbingan sang guru.

“Kala itu Mas Her berkata, ‘Semoga kamu jadi profesor dulu, kemudian jadi menteri.’ Hari ini, doa itu terwujud di hadapan kita semua,” kenag Brian.

Apresiasi serupa disampaikan Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, yang juga pernah menjadi murid Mas Her.

Ia menilai gurunya sebagai sosok yang melampaui zamannya, tidak hanya dalam penguasaan ilmu, tetapi juga figure yang memperkenalkan pentingnya kolaborasi dan publikasi internasional. 

“Bagi saya, Mas Her bukan sekadar guru ngaji, tetapi mentor dan teladan. Beliau adalah sosok yang tegas, rendah hati, dan sangat mengayomi,” kata Tatacipta.

Tidak hanya apresiasi dari kedua tokoh nasional, dalam kesempatan tersebut, sejumlah murid juga turut membagikan pengalaman mereka, termasuk Imam Santoso.

Salah satu infuencer yang sedang naik daun, juga merupakan dosen ITB, menyoroti kepedulian Mas Her terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Sejak awal 2000-an, gurunya tersebut aktif membina mahasiswa penerima bantuan pendidikan, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan spiritual.

“Kala itu Mas Her berkata, ‘Semoga kamu jadi profesor dulu, kemudian jadi menteri.’ Hari ini, doa itu terwujud,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor Institut Teknologi Bandung, Tatacipta Dirgantara, yang juga merupakan murid Prof. Hermawan.

Ia menilai gurunya sebagai sosok yang melampaui zamannya, tidak hanya dalam penguasaan ilmu, tetapi juga dalam menanamkan pentingnya kolaborasi dan kontribusi global.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved