Politeknik STIA LAN Bandung Terima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI Bahas Penguatan SDM ASN
Politeknik STIA Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bandung menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Politeknik STIA Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bandung menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI
- Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menyoroti pentingnya penguatan fasilitas pendidikan
- Komisi II DPR RI memberikan apresiasi terhadap kontribusi Politeknik STIA LAN dalam menyiapkan aparatur negara
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Politeknik STIA Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bandung menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI dalam rangka pengawasan penyelenggaraan sekolah kedinasan sekaligus membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufik, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh.
Acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh Deputi Lembaga Administrasi Negara (LAN), Deputi Kementerian PANRB, serta jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Turut hadir para pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan KemenPANRB, BKN, LAN, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan apresiasi kepada Komisi II DPR RI yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kualitas aparatur negara melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Komisi II DPR RI atas perhatian dan dukungan yang terus-menerus dalam memberikan rekomendasi, tidak hanya terkait penguatan demokrasi tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas pemerintahan,” ujar Rini di Aula Politeknik STIA LAN Bandung, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kunjungan kerja ini memiliki makna penting karena menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pendidikan aparatur yang dikelola kementerian dan lembaga.
Rini menegaskan kualitas birokrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia aparatur.
Karena itu, pendidikan yang dikelola perguruan tinggi di bawah kementerian dan lembaga memiliki peran strategis dalam menyiapkan aparatur negara yang profesional.
“Kualitas birokrasi tentunya akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia aparatur. Ini menjadi fondasi yang sangat mendasar dalam agenda reformasi birokrasi yang terus kita dorong,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menyoroti pentingnya penguatan fasilitas pendidikan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Ia menilai kampus yang mencetak aparatur sipil negara harus didukung fasilitas yang memadai agar mampu menghasilkan SDM yang siap menghadapi tantangan global.
“Pemerintah wajib hadir men-support kampus ini supaya mendapatkan anggaran yang cukup untuk fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan,” ujar Romy.
Menurutnya, modernisasi infrastruktur digital di lingkungan kampus sangat penting agar mahasiswa dapat mengembangkan riset dan inovasi, termasuk di bidang kecerdasan buatan.
| Alasan Persaingan Pencari Kerja di Bandung Semakin Ketat: Status Kota Terbuka dan Urbanisasi |
|
|---|
| DPRD Soroti LKPJ Gubernur 2025, Belum Fokus pada Ekonomi dan Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Akademisi Korea Apresiasi Pengukuhan Profesor Septiana Dwiputrianti sebagai Guru Besar |
|
|---|
| Fokus Benahi Bandung, Farhan Pastikan Kolaborasi dengan Pemprov untuk Percepat Penanganan |
|
|---|
| Farhan Jamin Job Fair di Bandung Bukan Formalitas, Batas Usia dan Pengalaman jadi Perhatian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/KUNKER-DPR-RI-ke-Stia-lan-bandung.jpg)