Sabtu, 16 Mei 2026

Ketimpangan Guru Besar di Jabar dan Banten Masih Tinggi, ARS University Pasang Strategi

Dari sekitar 420 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten, hanya 317 profesor yang aktif, tersebar di 65 perguruan tinggi dan 124 program studi. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
Prof. Dr. Dasrun Hidayat Guru Besar Ilmu Komunikasi ARS University. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala LLDIKTI Wilayah IV Lukman menyoroti ketimpangan guru besar di Jabar-Banten yang hanya mencapai 0,6 persen (10/2/2026). 
  • Di tengah tantangan biaya publikasi dan usia pensiun, ARS University berhasil mengukuhkan Prof. Dasrun Hidayat sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi. 
  • Kampus kini mendorong 8 Lektor Kepala lainnya untuk naik jabatan demi meningkatkan daya saing dan reputasi institusi.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketimpangan jumlah guru besar di perguruan tinggi Indonesia, khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih menjadi persoalan serius. 

Berdasarkan data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, dari sekitar 420 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten, hanya 317 profesor yang aktif, tersebar di 65 perguruan tinggi dan 124 program studi. 

Angka ini jauh dari kondisi ideal, mengingat wilayah tersebut memiliki lebih dari 3.000 program studi.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menyebut ketimpangan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi juga distribusi dan usia profesor yang semakin mendekati masa pensiun.

“Secara nasional, dosen yang mencapai profesor hanya sekitar 3 persen. Di Jawa Barat dan Banten lebih rendah lagi, hanya 0,6 persen. Bahkan, rata-rata usia dosen baru mencapai profesor di wilayah ini sudah 64 tahun lebih,” kata Lukman, Selasa (10/2/2026). 

Ia menambahkan, konsentrasi profesor masih menumpuk di kawasan Bandung Raya. 

Kondisi tersebut berdampak langsung pada mutu akademik, akreditasi program studi, hingga daya saing perguruan tinggi.

Di tengah situasi tersebut, ARS University mengukuhkan Prof. Dr. Dasrun Hidayat, M.I.Kom sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi. Dengan pengukuhan ini, jumlah profesor di ARS University menjadi tiga orang, seluruhnya berasal dari internal kampus.

Rektor ARS University Prof. Dr. H. Purwadhi, M.Pd menilai lahirnya guru besar bukan hal yang mudah, terutama bagi perguruan tinggi swasta.

“Menjadi guru besar itu proses panjang dan mahal, terutama di publikasi internasional bereputasi. Banyak dosen sebenarnya siap secara akademik, tetapi terbentur biaya dan sistem,” ujarnya.

Menurut Purwadhi, ketimpangan guru besar juga dipengaruhi oleh minimnya dukungan negara terhadap pembiayaan riset dan publikasi dosen, terutama di perguruan tinggi swasta.

Meski demikian, ARS University berupaya menjadikan pengukuhan guru besar sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan sumber daya manusia. 

Saat ini, terdapat delapan dosen dengan jabatan Lektor Kepala dan puluhan dosen bergelar doktor yang tengah didorong untuk naik ke jenjang profesor.

“Kami ingin membangun kepercayaan publik lewat kualitas dosen. Guru besar bukan hanya simbol, tetapi motor penggerak akademik dan reputasi institusi,” ujar Purwadhi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved