Universitas Kristen Maranatha Perkuat Kapasitas Komunitas Masagi Tjibogo
Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini.
Penulis: Yenny Yuniawaty Lunandi, Nur, Pritz Hutabarat, Ana Mariana, Lauw Tjun Tjun, Swat Lie Liliawati, Allen Kristiawan, Cen Lu, Rusli Ginting Munthe
TRIBUNJABAR.ID - Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini. Pengelolaan sampah yang belum optimal kerap menjadi pemicu pencemaran air, udara, dan tanah, yang tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Berbagai penyakit dapat muncul akibat lingkungan yang tercemar, sementara makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan turut merasakan dampaknya.
Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu strategi yang efektif adalah penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yaitu mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, serta mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai guna.
Penerapan prinsip 3R terbukti mampu menghemat sumber daya alam, menekan tingkat polusi, serta mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Namun demikian, pengelolaan sampah tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, efektif, dan berkelanjutan.
Salah satu komunitas yang secara konsisten bergerak di bidang ini adalah Komunitas Masagi Tjibogo, yang dikenal sebagai komunitas lingkungan dengan fokus pada pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Universitas Kristen Maranatha turut ambil bagian melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.
Program ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Bisnis Digital serta Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas, yang berkolaborasi dengan dosen Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif, untuk mendampingi Komunitas Masagi Tjibogo dalam penguatan kapasitas organisasi dan sumber daya manusia.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan manajemen organisasi, perencanaan kegiatan komunitas, hingga pelatihan Bahasa Inggris praktis.
Kegiatan Pelatihan ini dirancang secara kontekstual untuk membantu anggota Komunitas Masagi Tjibogo berkomunikasi dengan relawan, peneliti, dan mitra internasional yang semakin sering berkunjung guna mempelajari model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang telah mereka kembangkan.
Melalui program ini, Universitas Kristen Maranatha tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian, profesionalisme, dan daya saing komunitas lokal. Kegiatan pengabdian ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, di mana ilmu pengetahuan diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa pelatihan yang bertemakan English and Management Coaching yang dilaksanakan kepada para anggota Komunitas Masagi Tjibogo dan masyarakat sekitar yang berlangsung sejak tanggal 12 Oktober 2025 hingga 26 Oktober 2025.
Tim akademisi dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Nur, S.E., M.T.; Pritz Hutabarat, PhD; Ana Mariana, S.E., M.Si.; Dr. Yenny Yuniawaty Lunandi, S.H., S.E., Ak.; Dr. Lauw Tjun Tjun, S.E., M.Si.; Dr. Swat Lie Liliawati, S.H., M.Hum.; Allen Kristiawan, S.E., M.M.; Cen Lu, S.E., M.M.; Dr. Rusli Ginting Munthe, S.E., S.Psi., MBA., M.M.; Tiara Angelita Santosa, Samuel Wedia Putra, Yordan Yonathan Ganick, Della Destylia, Panisa Nadia Sintha, Aileen Maisan Kirana, Lisa Monika Ira Pratiwi, Aldy Zakaria, Yosua Juswandiputra, Andrey dan Valerine Fina Novarida Kabey.
Program Pengabdian kepada Masyarakat diwujudkan melalui pelatihan Bahasa Inggris praktis yang diselenggarakan dalam tiga sesi pertemuan.
| Horor bin Asyik! Intip Keseruan Komunitas Remote Control Cirebon Jajal Trek Malam Hari di Alam Liar |
|
|---|
| Kabupaten Bandung Enggan Tetapkan Darurat Sampah Meski TPS Membeludak, Bupati Ungkap Alasannya |
|
|---|
| Hadirkan Ruang Berbeda, Pemuda Masjid Al-Latif Coba Hapus Stigma “Anak Saleh Itu Kaku” |
|
|---|
| Disidak Dedi Mulyadi, DLH Kota Bandung Butuh Waktu 3 Hari Angkut 560 Ton Sampah di TPS Ciwastra |
|
|---|
| Intens Sebar Literasi di Ciamis, Komunitas Gada Membaca Jadi Tempat Potong dan Berbagi Daging Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1SampahKo.jpg)