Prof Sitti Syabariyah Dilantik sebagai Rektor UNISA Bandung Periode 2026–2030
Prof Sitti Syabariyah Dilantik sebagai Rektor Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung periode 2026–2030
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Ia tak menampik bahwa dukungan keluarga menjadi kunci utama keberhasilannya.
“Keluarga adalah support system terbesar. Tanpa dukungan mereka, mungkin saya tidak sampai di titik ini,” tambahnya.
Baginya, kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan proses belajar tanpa henti dan pelayanan terbaik kepada mereka yang memberi kepercayaan.
Prof. Sitti menyadari tantangan pendidikan tinggi hari ini tak lepas dari perubahan generasi dan teknologi. Namun ia melihatnya bukan sebagai beban, melainkan peluang.
“Mahasiswa sekarang tidak cukup hanya diberi pengetahuan. Mereka perlu ditantang dengan project-based learning dan student-centered learning agar menjadi inovator, bukan sekadar pengguna,” jelasnya.
Visi tersebut sejalan dengan komitmen UNISA Bandung dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dakwah amar ma’ruf nahi munkar sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Jejak akademik Prof. Sitti bermula dari Sarjana Keperawatan, berlanjut ke Magister Kedokteran Dasar, hingga meraih doktor di bidang keperawatan.
Ia dikenal sebagai guru besar keperawatan medikal bedah dengan keahlian khusus pada perawatan luka kaki diabetik, bidang yang telah banyak ia teliti dan kembangkan.
Keilmuan itu kini ia bawa sebagai landasan kepemimpinan, riset yang berdampak, pendidikan yang bermutu, dan pengabdian yang menyentuh masyarakat.
Prof. Sitti mengajak seluruh sivitas akademika untuk berjalan bersama dalam semangat fastabiqul khairat. Ia membayangkan UNISA Bandung sebagai rumah besar ilmu, tempat tumbuhnya akal budi dan ladang amal saleh.
“Sebuah universitas yang bukan hanya membanggakan dalam peringkat, tetapi juga memberi makna dalam kehidupan,” tuturnya.
Sementara itu, Tia Setiawati dalam sambutan perpisahannya mengakui bahwa tugas sebagai rektor adalah beban yang berat sekaligus kehormatan yang mulia.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa UNISA Bandung akan melangkah lebih jauh di bawah kepemimpinan Prof. Sitti.
“Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya. Hari ini, secara administratif masa tugas saya sebagai Rektor Universitas ‘Aisyiyah Bandung telah berakhir. Namun cinta dan dedikasi saya untuk UNISA Bandung tidak akan pernah pudar,” ujar Tia.
Sebagai manusia biasa, ia menyadari masih ada kebijakan maupun tutur kata yang belum sempurna.
“Dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya pamit dari jabatan ini, tetapi tidak dari keluarga besar Universitas ‘Aisyiyah Bandung,” ucapnya.
Universitas Aisyiyah Bandung
Universitas Aisyiyah
Rektor UNISA Bandung
Sitti Syabariyah
Tribunjabar.id
| Manfaat Puasa: Latih Kontrol Diri hingga Jernihkan Pikiran |
|
|---|
| Tiga Wakil Rektor UNISA Bandung Periode 2026–2030 Siap Perkuat Transformasi Institusi |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelantikan-Rektor-Universitas-Aisyiyah-UNISA-Bandung-periode-20262030.jpg)