Selasa, 2 Juni 2026

Prof Sitti Syabariyah Dilantik sebagai Rektor UNISA Bandung Periode 2026–2030

Prof Sitti Syabariyah Dilantik sebagai Rektor Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung periode 2026–2030

Tayang:
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
PELANTIKAN REKTOR - pelantikan Rektor Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung periode 2026–2030, Prof. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana khidmat menyelimuti Ballroom Grand Asrilia Hotel, Bandung, saat prosesi pelantikan Rektor Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung periode 2026–2030 digelar. 

Di hadapan jajaran pimpinan pusat, sivitas akademika, dan para tamu undangan, satu nama resmi diamanahkan untuk menakhodai UNISA Bandung lima tahun ke depan, Prof. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed.

Bagi Prof. Sitti, momen ini bukan sekadar seremoni jabatan.

Dalam pidatonya sebagai rektor, ia menegaskan bahwa amanah yang diterimanya adalah titipan besar yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Bagi saya, amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan titipan yang akan saya jaga dengan sepenuh hati, akal, dan ikhtiar terbaik,” tuturnya di Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Senin (19/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Prof. Sitti menyampaikan apresiasi mendalam kepada rektor sebelumnya, Tia Setiawati, S.Kp., M.Kep., Ns., Sp.Kep.An., yang memimpin UNISA Bandung pada periode 2021–2025. Ia menyebut kepemimpinan sang sahabat sebagai pijakan berharga bagi keberlanjutan universitas.

“Jejak kebaikan Ibu Tia adalah fondasi yang kokoh. Apa yang telah dirintis akan kami lanjutkan dengan penuh kesungguhan,” ujarnya.

Ke depan, Prof. Sitti membawa visi besar yaitu menjadikan Universitas ‘Aisyiyah Bandung sebagai kampus unggul yang berintegritas, mengintegrasikan keilmuan, keislaman, dan keperempuanan. 

Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika global melalui penguatan digitalisasi dan internasionalisasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai Muhammadiyah.

“Kampus ini harus menjadi mercusuar peradaban. Tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral,” tegasnya.

Ia juga mendorong tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima, sejalan dengan prinsip good university governance.

Di balik sosok guru besar dan rektor, Prof. Sitti adalah seorang perempuan dan ibu rumah tangga yang menapaki dunia akademik lebih dari 35 tahun. 

Saat ditanya tentang perjalanannya menempuh pendidikan tinggi hingga menjadi pemimpin, ia menjawab dengan kesederhanaan.

“Semua amanah ilmu, jabatan sudah ada dalam takdir Allah. Tapi ikhtiar untuk memajukan ilmu dan kampus adalah kewajiban,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved