Minggu, 19 April 2026

Lingkungan Bersih Bebas Sampah: Peran Maggot Black Soldier Fly Dalam Pengolahan Sampah Organik

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah sampah dari seluruh kota dan kabupaten mencapai 25.000 ton per bulan.

Istimewa
Alternatif Metode Biokonversi Menggunakan Larva Black soldier fly 

Penulis: Ni’matul Murtafi’ah

TRIBUNJABAR.ID - Sampah sampai saat ini masih menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan di Indonesia. Seperti di Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah sampah dari seluruh kota dan kabupaten mencapai 25.000 ton per bulan. Angka ini menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan inovasi pengelolaan sampah, terutama sampah organik yang jumlahnya paling mendominasi.

Seperti halnya di Kampung Manglayang, persoalan itu terasa nyata. Sampah organik dari dapur rumah tangga warga Manglayang menumpuk selama seminggu sebelum akhirnya diangkut petugas kebersihan. Tumpukan itu sering dibiarkan di depan rumah bahkan di pinggir jalan, menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang lalat hijau. 

“Pengelolaan sampah di kampung kami hanya diangkut oleh petugas kebersihan seminggu sekali, dan agar tidak menumpuk jadi sampah biasanya kami bakar,” ujar salah satu warga Manglayang.

Pembakaran terbuka memang masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, padahal praktik ini melepaskan gas berbahaya seperti karbondioksida yang dapat memicu penyakit pernapasan, termasuk Asma, ISPA, hingga PPOK. Upaya pengolahan lain seperti kompos dan biogas sudah dilakukan, namun belum sepenuhnya efektif untuk mengurangi timbunan sampah yang terus bertambah.

Selain pembakaran dan pembuatan kompos, warga juga sempat mencoba beberapa metode lain seperti pembuatan biogas. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu lama dan tidak semua jenis sampah dapat terurai dengan efektif.

Beberapa metode biokonversi kini banyak dikembangkan untuk mengurai sampah organik. Jamur seperti Trichoderma sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. diketahui mampu mendekomposisi sampah, namun prosesnya memakan waktu cukup panjang.Bakteri seperti Lactobacillus sp. dan Saccharomyces sp. juga digunakan sebagai agen pemercepat pembusukan biologis.

Namun dari berbagai teknologi tersebut, metode biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) semakin populer karena efektivitasnya dalam mengurangi volume sampah dalam waktu singkat.

Larva BSF atau yang lebih dikenal sebagai maggot mampu mengekstraksi energi dan nutrisi dari berbagai bahan organik seperti sisa makanan, sayuran busuk, hingga bangkai hewan. Selain itu, maggot menghasilkan produk bernilai ekonomis seperti pakan ternak, pupuk cair, dan sisa padatan yang dapat digunakan sebagai pupuk kompos.

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Kampung Manglayang dimulai dengan sosialisasi mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik. Warga juga mendapatkan leaflet sebagai panduan dasar pengelolaan sampah.

Sosialisasi dilanjutkan dengan praktik budidaya telur maggot BSF. Warga diajarkan cara menyiapkan media penetasan menggunakan bekatul dan pelet ikan, serta cara menyimpan telur selama 7 hari di ruangan gelap untuk proses penetasan. Setelah menetas, larva dipindahkan ke biopon dan mulai diberi sampah organik yang telah dipisahkan. Proses ini dijalankan selama 21 hari hingga maggot mencapai ukuran optimal.

Gambar. Sosialisasi Budidaya Maggot pada Warga Manglayang
Sosialisasi Budidaya Maggot pada Warga Manglayang

Hasil pengukuran selama 21 hari menunjukkan bahwa maggot mampu mendegradasi hingga 18 kilogram sampah organik, menyisakan hanya 56 gram material yang tidak terurai. Angka ini membuktikan bahwa biokonversi menggunakan BSF sangat potensial diterapkan sebagai solusi berkelanjutan.

Temuan ini menunjukkan bahwa maggot mampu mengurangi volume sampah hingga puluhan kali lipat dibandingkan metode konvensional.

Gambar. Grafik Degredasi Sampah Organik Dengan Menggunakan Maggot
Grafik Degredasi Sampah Organik Dengan Menggunakan Maggot

“Saya harap kegiatan ini bisa jadi awal baru buat kami untuk mengurangi sampah di lingkungan kami, ternyata maggot ini bukan cuma bantu mengurangi sampah, tapi juga bisa jadi pakan ternak dan memanfaatkan sayur-sayur yang sudah tidak layak jual,” kata salah satu warga kampung Manglayang

Pemanfaatan maggot BSF menjadi langkah awal perubahan pola pengelolaan sampah di Kampung Manglayang. Dengan biaya murah, proses cepat, dan hasil yang bernilai ekonomi, metode ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang pengurangan sampah organik.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved